Ilustrasi. foto: sinarharapan
Meski begitu, lanjutnya, data yang berhasil diinput oleh pihaknya dalam E-RDKK bisa dikatakan dengan rata-rata tertinggi di Jawa Timur setiap bulannya.
Satuki pun menambahkan, keluhan HKTI Jember akan diteruskan ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Kaitannya dengan pupuk subsidi, pihaknya juga telah rutin memberikan pelatihan kepada petani di Jember untuk memproduksi pupuk organik.
"Agar dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk subsidi itu," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua HKTI Jember Jumantoro berharap Dinas Pertanian Jember segera berkirim surat kepada Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk penambahan alokasi pupuk bersubsidi di Jember.
"Karena memasuki bulan enam dan bulan tujuh, para petani masuk masa pemupukan. Apabila kondisinya seperti saat ini pupuk subsidi mengalami kelangkaan, bisa dipastikan petani merugi," tegasnya.
Selain itu Jumantoro juga berharap, Dinas Pertanian Jember bersama pihak kepolisian melakukan pemantauan perederan pupuk.
"Karena kondisi saat ini, malah dimanfaatkan oknum tertentu, untuk kemudian munculnya pupuk abal-abal, malah semakin resah petani ini. Mohon perhatiannya," tandasnya. (ata/yud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




