Selasa, 22 September 2020 18:42

​Kiai Asep Bagikan 300 Ton Beras, Sarung dan Uang kepada Korban dan Relawan Covid-19

Sabtu, 16 Mei 2020 00:15 WIB
Editor: MMA
​Kiai Asep Bagikan 300 Ton Beras, Sarung dan Uang kepada Korban dan Relawan Covid-19
Para relawan penanganan Covid-19 Mojokerto Jawa Timur saat membagikan sarung dan beras sedekah Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag di Guest House kampus Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur, Jumat (15/5/2020). foto: MMA/bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kiai miliarder yang dikenal dermawan, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag kembali menyedekahkan hartanya. Tak tanggung-tanggung. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokoerto Jawa Timur itu membagikan 300 ton beras kepada para relawan penanganan Covid-19 dan korban terdampak sosial ekonomi virus corona.

“Ada dua segmen masyarakat mengajukan permohonan kepada saya agar peduli pada para relawan yang menangani Covid-19. Mereka ini terdiri dari ketua RT, ketua RW, kepala desa yang selama ini tidak ter-cover oleh pemerintah,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (15/5/2020) sore.

(Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MAg. FOTO: MMA/bangsaonline.com)

Kiai Asep yang tiap tahun memang selalu mengeluarkan zakat dan sedekah berton-ton beras itu langsung merespon. “Saya sebagai tokoh nasionalis-religius langsung menyanggupi,” kata Kiai Asep yang ketua umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Cuma, kata Kiai Asep, untuk membeli beras dalam jumlah besar itu tak mudah. Ia mengaku berhari-hari mencari pusat penjualan beras. “Ada yang tiap hari hanya bisa memproduksi 4.000 kilo beras,” kata Kiai Asep. Karena itu pengadaan dan pembagian beras itu bertahap.

Kiai Asep juga mengaku kesulitan memesan sarung dalam jumlah besar. Kiai Asep memang tidak hanya membagikan beras tapi juga disertai sarung yang relatif bagus dan berkelas. Bahkan para relawan itu juga diberi uang transport. “Saya sulit cari sarung dalam jumlah besar,” katanya.

Kepada BANGSAONLINE.com, Kiai Asep mengatakan bahwa apa yang dilakukan ini tidak seberapa jika dibanding para konglomerat seandainya mereka peduli kepada masyarakat miskin. “Tapi semoga bisa menyentuh fuqara dan orang miskin yang tidak tersentuh BLT (Bantuan Langsung Tunai),” katanya. “Para ketua RT kan tidak semua kaya. Tapi mereka tak dapat apa-apa. Padahal amil zakat saja dapat bagian,” kata Kiai Asep.

Kiai Asep mengingatkan para orang kaya,  terutama para konglomerat untuk banyak beramal, berbagi harta kita untuk orang miskin. Karena dalam pandangan agama, harta itu ibarat kotoran. “Dalam bahasa agama, dunia itu ibarat sesuatu yang keluar ketika kita buang air besar,” katanya. 

Karena itu ketika manusia meninggal harta itu lepas begitu saja. "Ya dunia (harta) itu seperti itu. Terbuang," katanya. Yang tersisa hanyalah amal. "Nah biar tersisa untuk simpanan akhirat, (harta) kita gunakan untuk beramal," kata mantan ketua PCNU Kota Surabaya itu. 

Dan yang paling penting diingat, menurut Kiai Asep, harta yang kita keluarkan tak akan berkurang. Kiai Asep lalu menyitir Hadits Rasulullah SAW, yakni Wallahi maa naqasha malun min shadaqatin. "Dan ada janji adari Nabi, Demi Allah tidak akan berkurang harta yang dikeluarkan untuk sadaqah," tegas Kiai Asep mengartikan hadits tersebut. 

Pantauan BANGSAONLINE.com, beras yang dibagikan itu ditumpuk di Guest House Kampus Institut KH Abdul Chalim, disamping di rumah pribadi Kiai Asep di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

Sore tadi, para aparat desa yang terdiri dari kepala desa, tokoh agama, dan relawan penanganan Covid-19 kabupaten Mojokerto itu berkumpul di Guset House di kampus Institur KH Abdul Chalim. Mereka berdatangan sejak pukul 17.00 sore.

Menjelang adzan maghrib Kiai Asep datang. Kiai yang dikenal familiar itu langsung memimpin dzikir dan doa menyongsong buka puasa. Para aparat desa yang datang dari seluruh kabupaten Mojokerto itu disuguhi buka puasa kurma dan air putih. Lalu makan bersama, usai salat maghrib berjamaah yang diimami Kiai Asep. Kiai Asep sempat memberikan sambutan pendek yang dilanjutkan doa bersama.

Andik Gundul, Kepala Desa Pandan Arum berterus terang dirinya lah yang semula minta kepada Kiai Asep agar nasib para relawan covid-19 itu diperhatikan. “Para relawan itu kan juga manusia,” katanya kepada BANGSAONLINE.com.

Menurut dia, orang miskin sudah ter-cover pemerintah, baik pusat maupun provinsi. “Negara sudah hadir untuk orang miskin. Tapi para relawan itu kan tidak ada yang memperhatikan. Makanya saya minta kepada Kiai Asep agar mereka juga diperhatikan,” kata Andik Gundul yang rambutnya memang gundul.

Ternyata, kata Andik Gundul, Kiai Asep langsung merespons. Bahkan Kiai Asep tidak hanya menyiapkan beras dalam jumlah besar. Tapi juga membagi-bagikan sarung lengkap dengan uang trasportnya. Pantauan BANGSAONLINE.com, memang selain beras juga banyak tumpukan sarung yang dibagikan sesuai data yang dibawa para kepala desa.

Andik Gundul membantah pembagian beras ini terkait Muhammad Al-Barra (Gus Bara), putra Kiai Asep, sebagai calon wakil bupati Mojokerto. “Kiai Asep setiap tahun sudah biasa bagi-bagi beras,” kata Andik Gundul. Ia mengakui bahwa yang datang banyak aparat desa, termasuk para kepala desa. “Tapi ini tak ada kaitannya dengan politik,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa para kepala desa itu datang tidak dalam kapasitas sebagai aparat desa tapi sebagai relawan. “Kami ini relawan Covid-19,” tegasnya. Ia mengakui banyak para relawan yang datang mendukung Gus Bara, tapi itu hak mereka. “Gus Bara kan milenial, mumpuni dan inovatif,” kata Andik Gundul. (MMA) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...