Sabtu, 31 Juli 2021 02:25

Sempat Dinyatakan Reaktif Covid-19 di Bojonegoro, Pasien Asal Jatirogo-Tuban Meninggal Dunia

Kamis, 07 Mei 2020 20:45 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Sempat Dinyatakan Reaktif Covid-19 di Bojonegoro, Pasien Asal Jatirogo-Tuban Meninggal Dunia
Pemakaman pasien dilakukan dengan protokol Covid-19?.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Seorang pasien asal Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD dr. R. Koesma Tuban, Kamis (7/5).

Sebelumnya, perempuan berusia 62 tahun itu sempat menjalani pemeriksaan di salah satu RS di Bojonegoro dan didiagnosa sakit asma. Selanjutnya, pihak RS melakukan rapid test dan pasien dinyatakan reaktif Covid-19.

Hingga akhirnya, perempuan lanjut usia itu dirujuk ke RSUD dr. R. Koesma Tuban dan didiagnosa mempunyai riwayat penyakit gagal ginjal.

"Pasien menjalani rapid test dan sempat dinyatakan reaktif di salah satu RS di Bojonegoro," terang Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Khomaridjati.

BACA JUGA : 

Bupati Tuban Temukan Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos

7 Atlet Asal Tuban Wakili Jatim di PON dan Peparnas Papua 2021

Polresta Banyuwangi Bentuk Tim Tracer, Ini Tugas Tak Ringan yang Harus Dijalankan

​Doakan para Pemimpin Bisa Atasi Covid-19, Kiai Asep Minta Jangan Mengail di Air Keruh

Setelah itu, pasien dirujuk ke RSNU Tuban. Di RSNU, yang bersangkutan didiagnosa mempunyai riwayat sakit gagal ginjal. Kendati demikian, tim medis tetap melakukan pemeriksaan tapid test kembali dengan hasil nonreaktif, hingga akhirnya pasien dirujuk ke RSUD dr. R. Koesma.

"Pasien kembali menjalani rapid test di RSNU dan hasilnya negatif. Namun, belum sempat dilakukan pemeriksaan swab pasien sudah meninggal dunia," imbuh perempuan yang juga sebagai Sekretaris Dinkes Tuban tersebut.

Karena hasil rapid test terakhir dinyatakan negatif, Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban tidak menetapkan pasien tersebut sebagai PDP. Namun, prosesi pemulasaran dan pemakaman jenazah tetap dilakukan dengan protokol Covid-19 sebagai langkah antisipasi. Selanjutnya, jenazah dimakamkan di TPU Desa Paseyan, Kecamatan Jatirogo.

"Pemakaman dilakukan sesuai protokol kematian akibat Covid-19 sebagai langkah antisipasi," tutupnya. (gun/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...