Senin, 01 Maret 2021 22:47

Uang Rp 125 Juta yang Ditransfer KPSP Setia Kawan ke Oknum Wartawan, Benarkah Dibagi-bagi?

Minggu, 05 April 2020 00:46 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Supardi
Uang Rp 125 Juta yang Ditransfer KPSP Setia Kawan ke Oknum Wartawan, Benarkah Dibagi-bagi?
Daftar nama-nama oknum wartawan dan LSM yang dicatut MH saat meminta uang Rp 125 juta. Daftar tersebut diberikan salah satu pengurus KPSP Setia Kawan kepada media.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Teka-teki uang 'pengaman' sebesar Rp. 125 juta dari Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan mengalir ke mana saja, hingga kini belum terungkap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari salah satu pengurus KPSP Setia Kawan, uang tersebut ditransfer ke rekening atas nama Muin Hanafi oleh H. Farhan, Bendahara KPSP Setia Kawan.

"Uang itu ditransfer atas perintah Ketua Umum KPSP Setia Kawan, H. Kusnan. Dan ternyata tidak semua ketua koperasi diajak bicara," ungkap sumber tersebut.

(BACA: Soal Kasus PKIS Sekar Tanjung, LSM Garda Pantura Bantah Terima Duit '86')

Diberitakan sebelumnya, uang Rp. 125 juta tersebut diduga untuk membungkam wartawan dan LSM, agar kasus dugaan penyimpangan penjualan aset KPSP Setia Kawan dan kasus pailitnya PKIS Sekar Tanjung tak di-blow up ke media.

Pasalnya, PKIS Sekar Tanjung masih menyisakan utang, baik dari konsorsium Rp. 3 miliar, maupun dana pinjaman bergilir dari Pemerintah Pusat Rp. 25 miliar. Hingga kini, dana tersebut diduga menguap tanpa ada pertanggungjawaban.

(BACA: Kronologi Cairnya Uang 'Pengaman' Rp 125 Juta, Begini Penjelasan Ketua PKIS Sekar Tanjung)

Di sisi lain, uang Rp. 125 juta yang digelontor oleh KPSP Setia Kawan kepada salah satu oknum wartawan mingguan berinisial MH, juga hanya dinikmati segelintir pihak. Penelusuran media ini, sejumlah nama oknum wartawan dan LSM yang dicatut MH, ternyata tak mengetahui adanya aliran dana tersebut. Mereka membantah menerima uang 'pengaman' sebesar Rp. 125 juta yang ditransfer oleh KPSP Setia Kawan.

Sebelumnya, salah satu pengurus KPSP Setia Kawan telah mengungkap 9 nama (lihat foto) yang dicatut MH untuk mengajukan kucuran uang Rp. 125 juta tersebut.

Lujeng Sudarto, misalnya. Ia membantah telah menerima 'dum-duman' uang Rp. 125 juta itu. "Saya tidak tahu, dan nama saya dicatut oleh MH. Tapi, Jika Ketua Umum KPSP Setia Kawan, H. Kusnan dan Bendaharanya Farhan tidak bersalah, pastinya tak akan ada transaksional. Kalo merasa ditipu, silakan melapor polisi. Saya sebagai korban yang namanya dicatut, siap memberi keterangan jika dipanggil oleh penyidik," tegasnya.

(BACA: Direktur Pusaka Ungkap Kejanggalan Pailitnya PKIS ST: 8 Karyawan Pemohon Pailit Tergolong Baru)

Selain Lujeng, nama lain yang dicatut adalah Aries S.H., salah satu advokat di Pasuruan. Saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Aries juga membantah pernah menerima uang tersebut.

"Saya tidak tahu dan tidak pernah diajak omong. Orang tersebut (yang mencatut, Red) dapat dipidana berdasarkan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)," cetusnya.

Son Taqdir Auladi, dan H. Badrus, yang juga dicatut, juga kompak membantah ikut menerima uang tersebut. "Saya tidak tahu itu kasus apa, dan saya pernah ketemu MH, tapi hanya sekali, sekira 3-4 tahun lalu," ungkap Badrus.

Sementara Agung Suparno, salah satu nama yang juga masuk dalam list yang dicatut MH, tak secara langsung membantah saat dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Saat ditanya apa benar menerima Rp 10 juta sebagaimana kabar yang beredar, Agung enggan menjawab. "Silakan tanya ke MH sendiri," ujarnya sambil memberikan nomor HP MH.

Sementara itu, MH sendiri tidak dapat dikonfirmasi. Dihubungi ke melalui pesan pendek maupun WhatsApp yang bersangkutan tak menjawab.

Terpisah, Sugito, pengurus LSM Garda Pantura mengaku pernah menerima Rp 500 ribu dari MH. "Saat itu disamperin MH di warung di Stadion Pogar Bangil. 'Ini ada rezeki, tidak perlu tanya dari mana," kata Sugito menirukan kata-kata MH. (par/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Dalam tulisan edisi Senin, 1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose, hasil p...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...