Senin, 01 Maret 2021 23:46

Tanyakan Surat Audiensi Dugaan Penyimpangan Penjualan Aset, Ketua Jawapes Kembali Datangi KPSP SK

Jumat, 27 Maret 2020 23:59 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Supardi
Tanyakan Surat Audiensi Dugaan Penyimpangan Penjualan Aset, Ketua Jawapes Kembali Datangi KPSP SK
Ketua DPD Jawapes Wawan Setiyawan saat ditemui Ketua 1 KPSP SK Sulistiyo (kiri).

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Wawan Setiyawan, S.H., Ketua DPD Jawapes (Jaringan Warga Peduli Sosial) Jatim kali kedua bertandang ke KPSP (Koperasi Peternakan Sapi Perah) Setia Kawan (SK) Tutur, Kab. Pasuruan.

Kedatangannya itu hendak menemui H. Kusnan, Ketua KPSP Setia Kawan, untuk menanyakan surat audiensi yang sudah diajukan beberapa waktu lalu. Audiensi itu terkait dugaan penyimpangan hasil penjualan tanah aset KPSP SK seluas 14 hektare di Desa Kejayan, Kecamatan Kejayan.

Namun, kali ini Wawan kembali gagal menemui H. Kusnan. Menurut resepsionis, surat permintaan audiensi itu sudah diserahkan kepada H. Kusnan di ruang kerjanya. Sedangkan saat ini H. Kusnan sedang sakit jantung dan baru saja menjalani operasi pemasangan ring.

"Sehingga bapak (H. Kusnan, Red) perlu waktu banyak istirahat. Ngantor-nya hari tertentu," kata Wawan menirukan kata-kata resepsionis.

Wawan menjelaskan, permintaan audiensi itu karena ada dugaan penyimpangan dalam pembebasan aset atau lahan KPSP Setia Kawan yang akan diperuntukkan pembangunan Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung, beberapa waktu lalu.

KPSP Setia Kawan memiliki aset seluas 14 hektare di Desa Kejayan, Kecamatan Kejayan. Kabarnya, pembebasan lahan itu untuk PKIS Sekar Tanjung. Namun, menggunakan uang simpan pinjam KPSP setia kawan.

Saat ini, di lahan seluas 14 hektare tersebut telah berdiri bangunan pabrik PT Wonokoyo Jaya Corp Unit Wangkal, Barat Curah, Desa Coban Joyo, Kecamatan Kejayan, Kab. Pasuruan. 

Kabarnya, tanah tersebut dibeli oleh pihak pabrik pakan dan ternak ayam potong itu seharga Rp 55 ribu/meter. Penjualan dilakukan oleh H. Kusnan tanpa melibatkan pengurus KPSP Setia Kawam yang lain.

"Penjualan aset itu memantik isu negatif pengurus koperasi yang lain. Pasalnya, sebelum dibeli PT. Wonokoyo, ada pengurus lain dapat calon pembeli seharga 75 ribu/meter, sehingga selisihnya Rp 2,8 miliar (dengan harga Rp 55 ribu/meter)," ungkap Wawan.

"Logikanya, harga lebih mahal itu seharusnya yang jadi prioritas sebagai pembeli. Kalo yang lebih murah kas KPSP Setia Kawan malah kurang Rp 2,8 miliar. Ada apa ini?," ujar Wawan.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua 1 KPSP Setia Kawan, Sulistiyo, tak menampik adanya informasi itu. Ia mengakui pembebasan lahan seluas 14 hektare itu menggunakan dana simpan pinjam KPSP Setia Kawan.

"Singkatnya, tanah dibeli seharga Rp 35 ribu per meter. Saat itu yang ditunjuk saya, masih anggota PKIS Sekar Tanjung dan sekarang menjabat sebagai Ketua 1 KPSP Setia Kawan," terang Sulistiyo.

"Pembebasan lahan seluas 14 hektare awal merintis PKIS Sekar Tanjung. Ketua KPSP Setia Kawan dan juga Ketua KPSP Sekar Tanjung. Namun ada pandangan lain dan PKIS Sekar Tanjung akhirnya dibangun di Desa Puntir Kec. Purwosari," jelasnya.

"Saat itu harga pasaran Rp 19-20 ribu per meter. Plafon pembebasan lahan Rp 50 ribu per meter. Sementara, masukan dari pengurus lain, bahwa dengan plafon Rp 35 ribu per meter bisa didapat O jalan raya antara Purwosari Kejayan. Namun masukan diabaikan. Padahal apabila plafonnya hanya Rp 35 ribu, masih ada sisa dana cukup banyak untuk pembebasan lahan 14 hektare sebagai aset PKIS Sekar Tanjung," lanjutnya.

"Usulan saya saat itu 35 ribu/meter sudah dapat lokasi O jalan raya provinsi. Tapi, pendapat saya dan tim lain tidak digubris oleh H. Kusnan selaku Ketua KPSP Setia Kawan. Dugaan laporan pembebasan lahan Rp. 50 ribu per meternya. Sisa Rp 30.000 x Rp 140.000 = Rp 4,2 miliar," pungkas Sulistiyo. (par/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Dalam tulisan edisi Senin, 1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose, hasil p...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...