Minggu, 24 Januari 2021 10:44

​10 Hari Pindah ke Lapas Surabaya, 2 Napiter Langsung Berikrar Setia ke NKRI

Minggu, 22 Maret 2020 20:25 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
​10 Hari Pindah ke Lapas Surabaya, 2 Napiter Langsung Berikrar Setia ke NKRI
Momen pengucapan ikrar setia kepada NKRI dipimpin Kalapas Porong Tonny Nainggolan di Aula Sugeng Handrijo, Lapas Porong.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Lapas Kelas I Surabaya di Porong kembali membuktikan keunggulannya dalam membina narapidana kasus terorisme (napiter). Sabtu (21/3), dua orang napiter, Anton Labbase dan Kasim Khow mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Waktu yang dibutuhkan keduanya untuk kembali ke pelukan ibu pertiwi memang cukup singkat. Pasalnya, baru 11 Maret 2020 lalu mereka dipindahkan ke Lapas Porong dari lapas untuk kasus teroris, bandar narkoba dan kasus korupsi, dengan sistem tingkat pengamanan sangat ketat atau Super Maximum Security, Lapas Narkotika Gunung Sindur. 

Momen pengucapan ikrar itu dipimpin Kalapas Porong Tonny Nainggolan di Aula Sugeng Handrijo, Lapas Porong.

Usai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, di hadapan para saksi keduanya menyatakan setia kepada NKRI secara mandiri. Saksi yang hadir berasal dari berbagai elemen. 

Selain kalapas, ada juga perwakilan Kementerian Agama Sidoarjo, Bhabinkamtibmas, Babhinsah, Brimob dan Intel Polda Jatim. Keduanya kemudian membubuhkan tanda tangan pada naskah bermaterai yang berisi ikrar setia kepada NKRI.

Sebagai wujud rasa syukur, Kalapas Porong memotong tumpeng yang di ujungnya diberi miniatur bendera Indonesia. Potongan tumpeng tersebut lalu diberikan kepada Anton dan Kasim.

“Tumpeng ini sebagai wujud syukur bahwa keduanya dengan tulus ikhlas telah kembali kepada NKRI, semoga hatinya tetap merah putih hingga akhir hayatnya,” kata Tonny kepada wartawan di Lapas Porong.

Tonny juga mengungkapkan bahwa momen ini menjadi bukti bahwa pembinaan di lapas berlangsung dengan baik. Pasalnya, tidak mudah melunakkan hati para narapidana khusus, terutama yang berkaitan dengan ideologi.

“Namun, berkat pendekatan kemanusiaan yang kami lakukan, yang bersangkutan mau kembali ke NKRI,” tambah Tonny.

Baik Anton maupun Kasim sebelumnya terlibat aksi terorisme di Poso dan Ambon. Keduanya didakwa karena telah mendistribusikan senjata dan peluru secara ilegal. 

Hakim memvonis keduanya masing-masing 3,5 tahun penjara. Setelah sekitar 2,5 tahun berada di Lapas Super Maximum Security di Gunung Sindur, keduanya dipindahkan ke Lapas Kelas I Surabaya 11 Maret 2020 lalu. Keduanya diperkirakan akan habis masa pemidanaannya pada April dan Mei tahun depan.

"Dengan ketulusan ikrarnya mereka, nantinya kami akan memberikan reward. Selanjutnya akan mengajukan remisi ke pimpinan pusat agar mereka diberikan pengurangan hukuman," pungkas Tonny. (cat/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...