Prof. Dr Alwi Shihab (kanan) dan Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA (kiri) dalam acara Rapat Kerja Yayasan Amanatul Ummah Pacet Mojokekrto Jawa Timur, Senin (8/7/2019). foto: bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pro-kotra tentang boleh tidaknya meninggalkan salat Jumat karena virus corona mendapat tanggapan Prof Dr Alwi Shihab. Menurut dia, kita boleh meninggalkan salat Jumat dalam kondisi emergensi virus corona atau covid-19 seperti sekarang. Alasannya, untuk menghindarkan diri dari bahaya atau malapetaka.
Alwi mengakui, belakangan ini ada pernyataan dari guru-guru kita yang menganggap tak perlu takut kepada virus corona, tapi takutlah kepada Allah SWT. Menurut Alwi, pernyataan itu benar.
BACA JUGA:
- Kiai Asep Berharap Indonesia Keluar dari BoP, Ketua PWNU Jabar: Kiai Asep Dibutuhkan NU
- Ramadan Momentum Keluarga, Lia Istifhama Ajak Orang Tua Bangun Kedekatan Emosional dengan Anak
- BPJS Kesehatan Umumkan Pemutihan Iuran 2 Tahun untuk Peserta Terdampak Pandemi
- DItemukan 8 Ribu Kasus ISPA, Dinkes Kota Malang Imbau Warga Gunakan Masker saat Musim Pancaroba
“Tak ada salah dalam pernyataan itu,” tegas Alwi dalam keterangan persnya yang diterima BANGSAONLINE.com, Sabtu (21/3/2020).

Tapi, kata Alwi, sedikit keliru ketika pernyataan itu disandingkan, antara takwa dengan tidak menghiraukan bahaya (virus corona). Menurut dia, dalam al-Quran banyak anjuran agar kita menghindarkan diri dari bahaya kebinasaan.
Karena itu, Alwi yang dikenal sebagai cendekiawan muslim itu mengajak masyarakat beragama secara akal sehat. Menurut dia, dalam ajaran al-Quran jelas disebutkan: Jangan sama sekali menjerumuskan diri dalam kebinasaan.
Alwi mengungkapkan, jika kita teliti, al-Quran banyak sekali menggunakan kata-kata: afala tubshirun, tidakkah engkau melihat, tidakkah engkau tafakkur, afala tatafakkarun, tidakkah engkau tadabbur, melakukan penelitian.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




