Kamis, 29 Oktober 2020 01:20

Pilbup Pacitan Terancam Melawan Bumbung Kosong

Kamis, 12 Maret 2020 13:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Pilbup Pacitan Terancam Melawan Bumbung Kosong
Damhudi, Mantan Ketua KPU Kabupaten Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Pagelaran Pilbup Pacitan 2020, tidak menutup kemungkinan hanya diikuti satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Apabila itu terjadi, maka satu-satunya paslon tersebut akan melawan bumbung kosong.

Prediksi akan calon tunggal di Pilbup Pacitan 2020 tersebut disampaikan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan, Damhudi, Kamis (12/3).

Menurut pria yang juga pernah berwacana maju sebagai calon bupati ini, ada fenomena politik tak semestinya dalam penyelenggaraan Pilbup Pacitan tahun ini. Di mana para bakal calon hanya tersentral ke salah satu parpol yang memang lebih dulu membuka penjaringan.

Sementara parpol atau gabungan parpol lainnya, memilih diam dan menunggu keputusan dari parpol yang menjadi primadona para bakal calon itu.

"Kalau keputusan keluarnya surat rekomendasi mendekati detik-detik akhir pendaftaran di KPU, tentu ini sebuah kendala besar bagi para bakal calon yang tidak mendapatkan rekomendasi. Karena itulah, saya berpendapat Pilbup Pacitan nanti terancam hanya akan melawan bumbung kosong," kata Damhudi saat ditemui di kediamannya, Rabu (11/3) malam kemarin.

Mantan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Internasional ini juga sangat menyayangkan sikap para elit parpol yang ikut mendaftar di gerbong partai lain.

"Fenomena ini juga akan sangat berdampak terhadap pelayanan publik ke depannya. Secara tidak langsung, dinamika pemerintahan ke depan tidak akan terjadi check and balance. Sebab semua seakan menjadi mitra koalisi. Di mana penyeimbang atau oposisi dalam roda pemerintahan seakan tidak ada. Hanya elemen di luar garis parpol yang akan memposisikan diri menjadi fungsi kontrol pemerintah. Seperti pegiat LSM ataupun jurnalis. Kalau sudah seperti itu, pemerintahan akan menjadi kurang sehat. Transparansi publik akan semakin tertutup," kritik Damhudi.

Untuk itu Damhudi berharap agar para elite parpol yang saat ini tengah berspekulasi menunggu surat rekomendasi, agar bisa mengambil langkah-langkah taktis. "Ya semestinya mereka mending muncul dari parpol atau gabungan parpol lainnya. Buat apa menunggu sesuatu yang belum pasti. Apalagi nanti kalau keputusan itu keluar di injury time, mereka sendiri yang akan mati langkah untuk bisa lanjut mendaftar ke KPU seandainya tak mendapatkan kesempatan rekomendasi," pungkasnya.

Perlu diketahui, saat ini baru Partai Demokrat yang telah membuka proses penjaringan calon secara terbuka. Dari hasil pendaftaran awal, ada 14 bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran. Dari belasan bakal calon tersebut, beberapa di antaranya elite parpol di luar Demokrat. Seperti Golkar, Nasdem, Hanura dan Gerindra.

Hanya PKB, PDIP, PKS, dan PPP yang tidak ambil bagian mendaftar ke tim penjaringan DPC Partai Demokrat Pacitan. (yun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...