PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Petani sapi perah di Kecamatan Nongkojajar dan Pasrepan mengeluh. Pasalnya, selama ini produksi susu mereka kurang maksimal akibat kekurangan rumput untuk pakan. Akibatnya, koperasi sapi perah hanya mampu menyuplai sebesar 20 persen dari kebutuhan pabrik susu. Sedangkan 80 persennya harus impor.
Jumlah para petani sapi perah di Kecamatan Nongkojajar dan Pasrepan itu mencapai 10.500 orang. Mereka anggota koperasi KPSP Setia Kawan.
BACA JUGA:
- Perkuat Konservasi Air dan Cegah Bencana, PT Tirta Fresindo Jaya Tanam 9.750 Pohon di Lereng Puspo
- H. Maulana Sholehodin Ajak Masyarakat Sukseskan Pembentukan Koperasi Merah Putih di Pasuruan
- Warga Komplain Limbah PT Cargill, Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Desak Pertanggungjawaban
- Dapat Keluhan dari Warga Beji Terkait Limbah Pabrik, Cagub Luluk Langsung Kunjungi Lokasi
Sulistiyanto, Ketua 1 Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan mengakui belakangan ini produksi susu perah kurang maksimal. Untuk meningkatkan hasil produksi, jelas Sulistiyanto, harus ada kesediaan rumput yang berlimpah. Sehingga, pada musim kemarau tidak kekurangan pakan.
"Jika kesediaan rumput berlimpah maka biaya produksi menurun. Kemudian, pendapatan para petani ternak bisa seiring meningkat," kata Sulistiyawan didampingi wakilnya, H. Juriyanto.

(Lobi KPSP Setia Kawan di Desa Tutur, Kecamatan Nongkojajar)
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




