Luluk Nur Hamidah, Kiai Aziz, Saaf Muafi, dan tokoh lainnya usai sidak limbah.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com – Calon Gubernur Jatim Hj. Luluk Nur Hamidah menanggapi keluhan warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, terkait limbah pabrik yang disampaikan saat dirinya sedang melakukan siaran langsung di TikTok @mbakluluknurhamidah.
Dalam sesi siaran tersebut, salah satu penonton menyampaikan komentar mengenai limbah pabrik di daerah Beji Pasuruan, yang disebut berdampak serius pada masyarakat sekitar.
BACA JUGA:
- Perkuat Konservasi Air dan Cegah Bencana, PT Tirta Fresindo Jaya Tanam 9.750 Pohon di Lereng Puspo
- Partai Demokrat Siapkan Emil Dardak sebagai Calon Gubernur Jatim
- Syukuran Tim Pemenangan Jombang, Khofifah Minta Konsolidasi Berlanjut untuk Pembangunan Jatim
- Sambangi Kediaman Khofifah, Ketua PKS Jatim Sampaikan Ucapan Selamat
Merespons hal tersebut, Luluk memutuskan untuk langsung mengunjungi lokasi yang terdampak limbah pabrik. Di lokasi, ia menyaksikan langsung kondisi pondok pesantren dan permukiman warga yang terdampak pencemaran.
"Saya juga mantan DPR RI dari Fraksi PKB komisi 4 yang membidangi lingkungan hidup. Saya sangat prihatin dengan kondisi pencemaran limbah, khususnya yang ada di Desa Baujeng juga Ngembe dan Sidowayah Kecamatan Beji Pasuruan," ucap Luluk di TPQ Falakhul Mukhlasin, yang diasuh oleh KH. Aziz, Nyangkiring, Baujeng, Beji Pasuruan, Selasa (29/10/2024).
Ia menyampaikan, bahwa sebelumnya laporan terkait dampak limbah ini sempat dilayangkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk ditindaklanjuti.
Ia berharap pihak kementerian segera mengambil langkah konkret guna menanggulangi masalah ini dan mengupayakan solusi bagi warga yang terdampak.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah melakukan satu proses untuk mengadvokasi, memperjuangkan kondisi polusi," ujar Luluk sembari berharap industri yang ada di sekitaran bantaran sungai ini bisa mendapatkan atensi.
"Kalau belum bisa atensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena menunggu Mbak Luluk gubernurnya, maka ini akan diatensi oleh pemerintah pusat dan saya sudah melaporkan kepada dirjen yang khusus menangani isu pencemaran ini, dan tadi pihak gabungan juga sudah berkomitmen dan juga sudah mengontak langsung," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




