Selasa, 26 Mei 2020 06:58

​Mimpi Kades Supadi untuk Menjadi Bupati Kediri Kandas di Tahanan

Kamis, 20 Februari 2020 13:47 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
​Mimpi Kades Supadi untuk Menjadi Bupati Kediri Kandas di Tahanan
Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi, saat memberi keterangan kepada wartawan.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Nama Supadi, Kades Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, yang bermimpi menjadi Bupati Kediri, selama ini terus melejit bak meteor. Namun sayang, mimpi Bakal Calon Bupati Kediri 2020 untuk memimpin Kabupaten Kediri itu harus kandas karena tersandung gelar akademik palsu dan berakhir di tahanan Polres Kediri Kota.

Bahkan, polisi harus menjemput paksa Supadi setelah dua kali pemanggilan secara baik-baik, diabaikan yang bersangkutan dengan berbagai alasan. Untuk pemanggilan kedua, ia tidak bisa hadir dengan alasan akan umroh.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana melalui Kasubbag Humas AKP Kamsudi kepada wartawan membenarkan tersangka Supadi dijemput paksa dari rumahnya di Tarokan, pada hari Rabu (19/2/2020) sekitar pukul 17.00 WIB. Penjemputan paksa dilakukan setelah yang bersangkutan mangkir dari pemanggilan sebelumnya.

"Setelah tiba di Mapolres Kediri Kota dan dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan langsung ditahan. Yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana menggunakan gelar akademik palsu," kata AKP Kamsudi di ruang Humas Polres Kediri Kota, Kamis (20/2/20),

Menurut AKP Kamsudi, penahanan Supadi adalah murni tindak pidana, tidak ada kaitannya dengan politik, meski yang bersangkutan saat ini adalah bakal calon Bupati Kediri.

"Saudara S ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menggunakan gelar akademik palsu yakni, penggunaan SE di akhir namanya. Dia dilaporkan ke Polres Kediri Kota oleh rivalnya saat Pilkades Tarokan, pada Oktober 2019 lalu," terang AKP Kamsudi.

Kamsudi mengimbau agar tidak ada yang membelokkan kasus tersebut dengan agenda Pilbup Kediri 2020. "Tersangka S akan dikenakan pasal 93 junto pasal 28 ayat 7 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar," pungkasnya.

Sementara itu, Supadi atau kuasa hukumnya, belum bisa memberi keterangan kepada wartawan. Namun dalam pernyataan sebelumnya, Supadi membantah telah menggunakan gelar akademik, S.E. Menurutnya, penggunaan SE di belakang namanya merupakan kepanjangan namanya sendiri, yakni Subiari Erlangga (SE) dan sudah ada penetapan dari pengadilan. (uji/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...