Marak Kasus Perundungan, Kapolres Minta Siswa Tidak Takut Melapor

Marak Kasus Perundungan, Kapolres Minta Siswa Tidak Takut Melapor Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama bersama jajaran foto bersama para siswa usai upacara di SMA Negeri 2 Batu.

"Saya pernah menangani kasus penyalahgunaan medsos ini di Kota Batu hingga yang bersangkutan kami periksa di Mapolres. Masalahnya sepele, yang bersangkutan hanya share tulisan yang bersifat provokasi di medsos. Ternyata apa yang dishare terdeteksi oleh Mabes Polri dan minta kepada kami untuk melacaknya. Ternyata, pelakunya kami ketahui warga Kelurahan Sisir. Kebetulan waktu itu saat marak-maraknya anak SMK yang ikut unjuk rasa," ungkap Kapolres.

Diingatkan juga, bahwa rekam jejak digital sangat kejam. Bahkan, deteksi rekam jejak negatif itu bisa menggugurkan siswa yang ingin menjadi anggota Polri. "Sebab selain syarat administrasi, tes kesehatan, dan psikologi, pendaftar Polri juga akan dilacak jejak digitalnya, baik di facebook, instagram, whatsapp, maupun di twitter," tuturnya.

"Rekam jejak medsos itu sangat kejam. Sampai kapan pun bisa dilacak. Jadi saya berharap, lebih baik energi besar yang dimiliki para pelajar ini disalurkan pada hal-hal yang positif, misalnya di bidang olahraga," harapnya.

Kapolres Batu juga memberikan lima helm gratis kepada lima siswa. Dua di antaranya adalah pasangan “Dilan” dan “Milea”. Namun, untuk mendapatkan helm itu, siswa yang bersangkutan dites oleh Kapolres, baik tes membaca teks pancasila dan membaca pembukaan UUD 1945.

Selain memberikan helm, Kapolres juga berpesan kepada yang belum memiliki SIM untuk tidak membawa sepeda motor terlebih dulu ke sekolah. "Bagi yang ingin mengurus SIM, silakan menemui ibu Kasatlantas," pesannya. (asa) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Dengan Santainya, Maling Gasak Motor Karyawan Pabrik di Kota Batu':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO