Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto sedang menunjukkan barang bukti.
Di hadapan penyidik, pelaku mengaku sengaja memasang jebakan tikus menggunakan kawat berarus listrik untuk melindungi tanaman padi dari serangan hama pengerat tersebut. Sebab menurutnya, jebakan tersebut dinilai paling ampuh membunuh hama tikus daripada menggunakan cara lain seperti racun maupun asap belerang.
"Yang lain sudah pernah saya coba tanaman padi tetap habis," terang Yusup Asngari.
Sedangkan cara kerja jebakan ini dijelaskan oleh pelaku dengan cara merentangkan seutas kawat panjang yang dikaitkan ke sebilah bambu dengan jarak tertentu. Kemudian kawat tersebut dialiri dengan aliran listrik bertegangan 3.200 volt.
Dan oleh pelaku, listrik selalu dibiarkan menyala mulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB setiap hari. Terutama sewaktu tanaman padi berusia tujuh hari hingga menjelang masa panen.
Dengan pengalaman yang mengakibatkan celakanya jiwa orang lain, Yusup mengaku menyesal. Ia berharap petani yang ada di desanya tidak ikut-ikutan memasang jebakan tikus dengan aliran listrik. "Jangan sampai menggunakannya cukup saya yang mengalami," pesannya. (nal/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




