Selain itu, Qosim juga menjelaskan 7 program prioritasnya yang masuk dalam Sapta Bhakti Bangsa.
Pertama, yaitu Gresik Taqwa dan Harmonis. Tujuannya, untuk memperkuat posisi Gresik sebagai kota santri dan wali yang dilandasi dengan perilaku jujur, santun, saling menghormati satu sama lain sebagai modal dalam menciptakan kerukunan dan persaudaran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara melalui fasilitasi ormas keagaman, organisasi kepemudaan, pesantren, lembaga pendidikan, untuk berkontribusi aktif pada pembangunan kerohanian, melestarikan budaya, dan lingkungan dalam rangka menjaga keserasian hidup.
Kedua Gresik Amanah, yaitu untuk membangun pemerintahan yang adil, bersih, terbuka, jujur, efisien, produktif, berwibawa, menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat, melayani semua kelompok dan golongan dengan dilandasi nilai-nilai agama dan prefesionalitas.
Ketiga Gresik Cerdas, untuk membangun Gresik yang cerdas dan maju di bidang sumber daya manusia sehingga dapat bersaing dengan provinsi dan bangsa lain dengan membuka seluas-luasnya untuk mengakses pendidikan yang berkualitas hingga jenjang perguruan tinggi, fasilitasi para pelajar dan santri berprestasi untuk mengakses bantuan dan beasiswa hingga jenjang Sarjana.
"Keempat program Gresik Sehat, untuk membangun masyarakat Gresik yang sehat dengan membuka seluas-luasnya layanan kesehatan yang paripurna dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, membebaskan biaya pengobatan bagi yang kurang mampu di luar bantuan BPJS bagi rumah sakit pemerintah," terangnya.
Kelima program Gresik Sejahtera dan Bahagia, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan penghasilan bagi buruh, petani, nelayan, kelompok informal, guru, profesional, dan aparatur pemerintah melalui pemberian insentif, bantuan modal, bantuan peralatan, fasilitasi dan pembukaan akses pasar, lapangan pekerjaan, sehingga gap kaya-miskin dan kesenjangan utara-selatan dan kepulauan semakin menipis. Diupayakan juga agar warga masyarakat terhindar dari bencana banjir, kekeringan, dan berbagai bencana alam yang lain. Sehingga pada akhirnya masyarakat akan merasakan hidup tenteram, tercukupi, dan bahagia.
"Sementara keenam adalah program Gresik Berdaya untuk membangun Gresik dengan afirmasi pada kaum tertinggal, terluar, terlemah dan teralienasi dari ruang-ruang produksi dengan membangun akses, fasilitasi dan pendampingan yang berkelanjutan sehingga tercipta kemandirian," urainya.
Sementara yang terakhir atau ketujuh, adalah program Gresik Produktif, yaitu membangun Gresik dengan mendorong kelompok pemuda, pelajar, dan santri berinovasi sesuai dengan tuntutan revolusi 4.0 pada semua bidang keahlian, termasuk bidang pariwisata, sehingga dapat tumbuh sesuai dengan karakternya dan dapat bersaing dengan masyarakat di luar Gresik.
"Membangun Gresik yang memiliki daya saing regional dan nasional. Semua program pembangunan diarahkan pada upaya penemuan dan inovasi-inovasi baru untuk menjadi teladan dan contoh bagi daerah lain. Semua program yang saya usung itu semata-mata keinginan saya maju dan mendaftar sebagai Calon Bupati Gresik 2021-2024 semata-semata karena ingin mengabdi kepada bangsa dan negara, serta niatan tulus karena Allah SWT," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




