Senin, 03 Agustus 2020 21:37

Massa Ormas Gabungan Geruduk Karaoke Maxi Brillian, Tolak Beroperasi Kembali

Minggu, 17 November 2019 15:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Massa Ormas Gabungan Geruduk Karaoke Maxi Brillian, Tolak Beroperasi Kembali
Puluhan massa dari ormas gabungan mendatangi tempat karaoke Maxi Brillian yang kembali beroperasi, Sabtu (16/11) kemarin.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Rencana dibukanya kembali Karaoke Maxi Briliian terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Setelah ditolak oleh warga setempat, kini giliran Ormas Islam yang tegas menolak dibukanya kembali tempat hiburan malam tersebut.

Massa gabungan Ormas Islam bahkan sempat menggeruduk Karaoke Maxi Brillian, Sabtu (16/11/2019) malam. Mereka terdiri dari Ansor, Banser, FPI, dan Kokam Muhammadiyah.

Ketua Ansor Kota Blitar Hartono mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mengawal permintaan warga masyarakat yang menolak dibukanya kembali karaoke Maxi Brillian. Menurutnya, dengan dibukanya kembali Maxi Brillian justru akan mendatangkan lebih banyak mudarat daripada manfaat.

"Saat ini Pemkot masih mengajukan banding atas putusan PTUN. Kami minta pihak pengelola menghargai proses banding yang diajukan Pemkot Blitar. Apalagi, keberadaan karaoke ini dinilai lebih banyak mendatangkan mudarat daripada manfaat," tegas Hartono, saat dihubungi, Ahad (17/11/2019).

Kata Hartono, usai menyampaikan aspirasinya di depan Karaoke Maxi Brillian, massa yang dikawal pengamanan dari polisi dan TNI ini kemudian dipertemukan dengan pengelola Maxi Brillian, Heru Sugeng Priyono. Setelah mediasi, pengelola Maxi Brillian malam itu juga sepakat untuk menutup kembali usahanya.

"Kemarin malam pengelola karaoke sepakat untuk menutup kembali usahanya setelah dilakukan mediasi. Rencananya pada Senin (18/11/2019) akan ada pertemuan antara pengelola karaoke, ormas, dan Pemkot Blitar," imbuhnya.

Pembukaan kembali Maxi Brillian ini setelah gugatan pengelola karaoke Maxi Brillian terhadap penutupan usahanya oleh Pemerintah Kota Blitar dimenangkan oleh majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Dalam putusan itu, Majelis Hakim memerintahkan Pemkot Blitar mencabut SK Nomor 35 dan SK Nomor 36. SK Nomor 35 itu tentang penghapusan daftar perusahaan karaoke Maxi Brillian. Sedangkan SK Nomor 36 tentang penutupan perusahaan karaoke Maxi Brillian.

Untuk diketahui, akhir tahun 2018 lalu, Satpol PP Kota Blitar menyegel tempat koraoke Maxi Brillian. Pencabutan izin dilakukan usai Polda Jatim menggerebek salah satu room karaoke Maxi Brillian karena kedapatan menggelar praktik asusila. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...