Jumat, 07 Agustus 2020 16:35

Banyak Kerusakan, DPRD Ponorogo Sidak Bangunan Sentra Industri Senilai Rp 30 M

Selasa, 12 November 2019 00:18 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Novian Catur
Banyak Kerusakan, DPRD Ponorogo Sidak Bangunan Sentra Industri Senilai Rp 30 M
Komisi C DPRD Ponorogo saat melakukan sidak bangunan sentra industri batik, reyog, dan gamelan.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Mendapati banyaknya informasi terkait temuan kerusakan bangunan sentra industri batik, reyog, serta gamelan yang menghabiskan biaya hingga 30 miliar, Komisi C DPRD Ponorogo langsung lakukan sidak, Senin (11/11). 

Ketua Komisi C,Widodo menengarai bahwa kerusakan bangunan sentra industri karena material bangunan yang kurang bagus. "Dengan anggaran total 30 M seharusnya bisa maksimal, tapi pada hasilnya kualitas dan kenyataannya sangat tidak memuaskan," jelasnya.

Ia menyontohkan lantai keramik yang diduga juga tidak sesuai dengan spek. "Mungkin material yang digunakan berkelas KW, sehingga banyak kerusakan seperti dinding retak karena campuran material kurang dan pasir yang digunakan jenis pasir tras. Selain itu, banyak plafon rusak serta dinding banyak yang retak. Karena kemungkinan besar dari material yang kurang bagus," tambahnya.

Apalagi waktu pemeliharaan sebentar lagi akan habis waktunya pada bulan Desember. Untuk itu, ia meminta UPTD bergerak cepat dan mendorong pelaksana untuk segera mengerjakan kerusakan-kerusakan tersebut agar segera diperbaiki.

"Mungkin dengan bantuan teman media, agar supaya pelaksana segera memperbaiki pembangunan," harapnya.

Sementara itu Kadin Perdagkum, Addin Andanawarih mengakui adanya kerusakan bangunan sentra industri yaitu batik, reyog, dan gamelan. 

"Dilihat ada beberapa bangunan memang yang sedikit rusak. Kalau yang batik, dulu kena banjir hingga dua meter. Sedangkan yang plafon kena angin kencang," katanya.

Untuk pemeliharaan oleh rekanan yang sampai Desember 2019, menurutnya, saat ini PPKom sudah menyurati pihak rekanan. "November atau Desember akan diperbaiki. Mereka menyatakan faktor alam karena dulunya pematangan tebu langsung pematangan lahan, dan sudah dilakukan pemadatan. Pada bulan ini masuk musim kemarau sehingga terjadinya penurunan lantai. Setelah itu, nanti kalo ada kerusakan tanggung jawab kita adalah menyiapkan pemeliharaan. Untuk sanksi, yang berwenang dalam hal ini BPK," ucapnya.

Pemeriksaan BPK kemarin juga ada temuan, dan harus mengembalikan ratusan juta rupiah dan segera memperbaiki yang rusak. "Yang penting pihak rekanan bertanggung jawab memperbaiki sesuai dengan kontraknya," pungkasnya. (nov/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...