Para tokoh agama lintas iman yang hadir mengikuti dialog kebangsaan.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Memperingati Hari Pahlawan 10 November berdekatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah, Yayasan Pesantren Ahlus Safa Wal Wafa Kabupaten Sidoarjo menggelar dialog kebangsaan dan panggung Kebhinekaan, Minggu (10/11) malam.
Dialog kebangsaan dan panggung kebhinekaan yang dihadiri sejumlah tokoh lintas iman ini digelar di kawasan pesantren di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Dialog kebangsaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan lagu nasional Syukur.
BACA JUGA:
- Wali Kota Mojokerto Beri Penghargaan Dinas Pendidikan OPD Terbaik Usai Pimpin Upacara Hari Pahlawan
- Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Wagub Emil Dardak Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan
- Peringati Hari Pahlawan, Senator Ning Lia Ajak Berjuang dengan Ilmu dan Kepedulian Sosial
- Perdana, Super Jet Air Akan Mendarat di Bandara Dhoho Kediri Saat Momen Hari Pahlawan 2025
Dialog agama menghadirkan tokoh agama lintas iman yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan Penghayat Kepercayaan. Tokoh agama Islam diwakili KH Mohammad Nizam As Shofa yang juga pendiri dan pengasuh Ponpes Ahlus Safa Wal Wafa.
Agama Kristen diwakili Pendeta Anggraeni dan Agama Katolik diwakili Romo Agus Sulistyo. Agama Budha ada Pendeta Pradipta, Agama Hindu diwakili I Gede Putu Suadana dan untuk Penghayat Kepercayaan diwakili Naeng Suryono.
Hanya Bingky Irawan dari tokoh Agama Khonghucu yang tidak hadir karena berhalangan sedang ada acara di luar kota.
Selain dihadiri para tokoh agama lintas iman, di belakang para tokoh tersebut terlihat sejumlah orang mengenakan pakaian adat. Seperti pakaian adat Jawa, Batak, Manado dan sejumlah pakaian adat lain di Indonesia yang menggambarkan kebhinekaan di Indonesia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




