Sabtu, 16 November 2019 04:02

​Kini, Kulit Bertato Orang Mati Bisa Digunakan untuk Hiasan Dinding

Senin, 21 Oktober 2019 17:35 WIB
Editor: Choirul
​Kini, Kulit Bertato Orang Mati Bisa Digunakan untuk Hiasan Dinding
Tatto, sedikit sakit bisa beri kenangan seumur hidup atau penyesalan seumur hidup. foto: mirror.co.uk

BANGSAONLINE.com - Seorang dokter hewan menawarkan jasa kontroversial. Yaitu, menguliti tato pada keluarga yang meninggal, untuk dijadikan hiasan dinding, agar bisa mengenang almarhum selamanya.

Tato bisa sangat berarti dan memiliki banyak nilai sentimental bagi pemilik dan orang yang mereka cintai. Selama masa hidup, beberapa orang dapat menghabiskan ribuan tinta tubuh mereka dan satu tukang mayat, yang juga dokter hewan, menawarkan layanan kontroversial untuk mengubah tato menjadi 'seni rupa'. Dialah Michael Sherwood, dari Cleveland.

Layanan ini bermula, beberapa tahun yang lalu ketika Michael dan putranya Kyle sedang minum-minum bersama teman-teman mereka dan mereka melanjutkan dengan topik tentang seberapa besar arti tato bagi orang-orang. Salah satu teman Michael mengatakan kepadanya bahwa ia ingin tato miliknya dilestarikan ketika ia lewat, seperti dilansir 9news.com.au.

"Dengan seni dalam tato dan betapa maknanya bagi orang, mengapa tidak menyimpannya setelah mereka mati?," kata Kyle.

"Orang-orang menaruh abu di guci di atas mantel dan mengunjungi batu nisan dengan nama orang yang mereka cintai di atasnya. Mengapa tidak menyimpan tato mereka sebagai peringatan?," tambahnya.

Maka, mereka akhirnya melahirkan layanan 'Save My Ink Forever' .

Kyle menjelaskan 'proses panjang' menguliti mayat yang memakan waktu tiga hingga empat bulan, dan dimulai dalam 72 jam setelah kematian seseorang. Diawali dari mayat kulit bertato itu 'dikeluarkan' di rumah duka.

Mereka mengatakan proses itu tidak mengganggu prosesi pemakaman, atau kremasi dan dilakukan dengan standar martabat dan rasa hormat - meskipun harus mengambil tato di wajah, atau vagina atau penis. “Setelah tato itu sudah jadi hiasan dinding, tak lagi perlu perawatan selamanya,” kata dia.

'Save My Ink Forever' telah menerima beberapa reaksi - dengan pasangan itu bahkan dibandingkan dengan Ed Gein, seorang pembunuh terkenal karena membuat pakaian dan topeng dari tubuh korbannya.

Michael dan Kyle sebaliknya fokus pada keinginan pada keluarga yang dicintai, meskipun mereka harus menolak permintaan untuk membuat kap lampu dan sampul buku dari kulit. "Kami membantu keluarga dan memenuhi keinginan terakhir mereka," tambah Kyle. "Kami tidak mencoba membuat freakshow."

Sumber: mirror.co.uk
Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...