Minggu, 05 Juli 2020 01:14

Mangkir Ketiga Kalinya, Kejari Cari Keberadaan Sekda Gresik ke Kantor Bupati dan Rumah Pribadi

Jumat, 18 Oktober 2019 19:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Mangkir Ketiga Kalinya, Kejari Cari Keberadaan Sekda Gresik ke Kantor Bupati dan Rumah Pribadi
Tim Kejari Gresik saat mencari keberadaan Sekda Andhy Hendro Wijaya di kantor Bupati Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya untuk kali ketiga mangkir dari panggilan penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejari Gresik, Jumat (18/10). Pemanggilan Sekda Gresik terkait pengembangan kasus korupsi dana insentif di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) yang telah menyeret Plt. Ketua BPPKAD, M. Muktar.

Pemanggilan Sekda Gresik merupakan tindak lanjut perintah Majelis Hakim Tipikor, yang meminta agar kasus tersebut dikembangkan.

Karena tak hadir, Tim Pidsus kemudian mencari keberadaan Sekda Gresik di sejumlah tempat. Di antaranya, memeriksa ruang kerja Sekda di Kantor Bupati Gresik, dan rumah pribadinya di komplek perumahan Grand Garden (belakang Icon Mall), Jalan Dr. Wahidin S.H., Kebomas.

Namun, di kedua tempat itu Tim Pidsus tak melihat batang hidung Sekda Andhy Hendro Wijaya.

Humas Kejari Gresik Bayu Probo Sutopo, menyatakan ketidakhadiran Sekda Gresik dalam pemanggilan yang ketiga kalinya ini merupakan bentuk tindakan tak kooperatif selaku pejabat publik.

"Padahal, amanah Pasal 121 KUHAP, sifatnya wajib untuk hadir sebagai saksi atau tersangka yang dipanggil untuk memberikan keterangan kepada penyidik," ujar Bayu Probo Sutopo yang juga menjabat Kasi Intel Kejari Gresik ini.

Ia juga menyayangkan sikap sekda yang tak memberikan konfirmasi kepada penyidik terhadap ketidakhadirannya. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk sikap yang tidak menghargai proses hukum.

Terkait hal ini, Kejaksaan Gresik akan segera mengambil tindakan tegas sesuai koridor KUHAP, namun tetap berpatokan pada situasi kondisi saksi sebagai pejabat publik.

"Kami akan memberikan kesempatan 1 kali lagi kepada Sekda untuk hadir memberikan keterangan. Apabila yang bersangkutan tak lagi mengindahkan hukum yang berlaku di Indonesia, maka kita lakukan upaya paksa dalam menghadirkan Sekda sebagai saksi," cetusnya.

Ia berharap Sekda kooperatif untuk hadir pada pemanggilan selanjutnya yang telah dijadwalkan Senin (21/10) mendatang. "Sehingga penanganan perkara pemotongan dana intensif di BPPKAD ini bisa maksimal," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...