Rabu, 27 Mei 2020 16:07

Dihalangi saat Hendak Liputan di PLN, Wartawan di Nganjuk Berencana Lapor Polisi

Kamis, 10 Oktober 2019 00:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Bambang Dwi Julianto
Dihalangi saat Hendak Liputan di PLN, Wartawan di Nganjuk Berencana Lapor Polisi
Satpam kantor PLN Nganjuk saat berdebat dengan para wartawan yang hendak melakukan liputan. foto: BAMBANG/ BANGSAONLINE

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Sejumlah wartawan di Kabupaten Nganjuk berencana melaporkan PLN Nganjuk ke polisi. Hal ini sebagai tindak lanjut atas tindakan manajemen PLN Nganjuk yang menghalangi wartawan saat hendak melakukan peliputan, Rabu (9/10).

Saat itu, para jurnalis dihalangi oleh Satpam PLN saat hendak masuk ruang pelayanan pengaduan. Hal ini dinilai melanggar UU Pers no 40 tahun 1999 yang menjamin kinerja wartawan dalam hal peliputan.

Insiden pelarangan ini berawal sekitar pukul 16.25 WIB. Saat itu, Tantowi warga Perumahan Asofa blok A no 04 Tempel Wetan, Loceret, akan melakukan pengaduan karena mengalami pemadaman tanpa alasan yang jelas. Ia datang bersama sejumlah wartawan.

Namun, saat akan memasuki pintu utama kantor PLN, mereka dicegat oleh satpam dan melarang para wartawan untuk masuk. Padahal, saat itu wartawan yang akan melakukan peliputan sudah sesuai prosedural, yakni bertanya ke pihak PLN, harus menemui siapa.

Bahkan salah satu karyawati juga ikut-ikutan menghalangi wartawan. "Ruang pelayanan publik mempunyai privasi," kata karyawati tersebut.

Atas kejadian tersebut, para wartawan sepakat akan mengambil sikap dengan berencana melapor ke penegak hukum Polres Nganjuk. Peryataan tersebut disampaikan wartawan Radar Nganjuk Reky dan Sukadi dari Anjukzone.com.

"Saya merasa kecewa dengan kejadian ini, atas sikap yang ditunjukkan pihak PLN kepada wartawan yang meliput," kata Reky.

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan organisasi profesi wartawan seperti PWI, IJTI, dan AJI untuk mendiskusikan rencana pelaporan ke Polres Nganjuk.

Hal senada juga disampaikan Sukadi. Menurutnya, pelarangan atau menghalangi kerja wartawan yang melakukan tugas merupakan tindakan menyalahi aturan, yakni UU Pers no 40 1999. "Saya sangat kecewa dengan kejadian ini," kata Sukadi.(bam)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...