Jumat, 15 November 2019 12:27

Divonis 4 Tahun Penjara, Muktar Masih Berstatus PNS Pemkab Gresik dan Terima Gaji

Jumat, 27 September 2019 18:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Divonis 4 Tahun Penjara, Muktar Masih Berstatus PNS Pemkab Gresik dan Terima Gaji
M. Muktar saat digelandang petugas Kejaksaan Negeri Gresik usai di-OTT, bulan Januari silam.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Mantan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Gresik, M. Muktar telah divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, Surabaya dalam kasus korupsi. Meski demikian, Muktar hingga saat ini masih berstatus PNS Pemkab Gresik.

Hal ini dikarenakan Pemkab Gresik belum menerima putusan inkracht (tetap) dari pengadilan. "Iya, saat ini Pak Muktar mash bestatus PNS kita. Dia masih mendapatkan gaji. Namun, gajinya dipotong separuh," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik, Nadlif kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (27/9).

"Makanya, statusnya masih tetap PNS di lingkungan Pemkab Gresik. Cuma, Pak Muktar kami hentikan sementara. Nantinya kalau ada putusan tetap dan yang bersangkutan divonis bersalah, maka langsung kami hentikan," terangnya.

Namun, Nadlif mengaku belum mengetahui apakah Muktar akan mengajukan banding atau tidak atas vonis 4 tahun penjara yang diterimanya dari Pengadilan Tipikor Surabaya. "Kami belum dapat laporan. Kami minta salinan putusan pun juga belum dapat," pungkasnya. 

Diketahui, Muktar didakwa telah melakukan korupsi dengan modus memotong insentif para pejabat dan pegawai jasa pungut pajak daerah dengan persentase variatif. Pemotongan itu diketahui mulai dilakukan sejak tahun 2014, di mana waktu itu pencetus pemotongan adalah Kepala DPPKAD yang dijabat oleh Yetty Sri Suparyati, dan dilanjutkan oleh Kepala Badan sesudahnya hingga akhir tahun 2018, di mana waktu itu terdakwa menjabat sebagai Plt Kepala BPPKAD Pemkab Gresik.

Dalam dakwaan, juga diuraikan bahwa Tim Pidsus Kejari telah melakukan OTT di DPPKAD atas pemotongan jasa insentif. Total uang yang berhasil diamankan dari OTT sebesar Rp 531.623.000. Uang yang terkumpul itu hanya sebagian, jika terkumpul semua bisa mencapai Rp 1,1 miliar. (hud/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...