Rabu, 27 Mei 2020 16:42

​Imam Nahrawi Tersangka, Pengamat: KPK Kembalilah pada Ghirah Pembentukan KPK

Jumat, 20 September 2019 13:01 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Didi Rosadi
​Imam Nahrawi Tersangka, Pengamat: KPK Kembalilah pada Ghirah Pembentukan KPK
Pengamat politik UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Khubby Ali Rohmad, M.Si. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pengamat politik UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Khubby Ali Rohmad, M.Si menilai penerapan tersangka pada Menpora (mengundurkan diri), Imam Nahrawi cenderung politis. Pasalnya, menurut Gus Bobby, begitu biasa disapa, terdapat beberapa kejanggalan dalam proses penetapan status tersangka tersebut. Sebab, sebelum konferensi pers dilakukan oleh KPK, ada dua wakil ketua KPK yang menyerahkan mandat kepada Presiden dan satu mengundurkan diri.

"Saya rasa ada kecenderungan bernuansa politik dalam proses penerapan tersangka pada Menpora, sebab ada dua wakil ketua yang menyerahkan mandat dan satu cuti. Sebab ada asas kolektif kolegial di setiap proses pengambilan keputusan di KPK," tutur Bobby, Jumat (20/9).

Ia juga menambahkan, jika KPK serius menindak perkara korupsi, harusnya tidak perlu tebang pilih dalam proses penindakannya. Ia mencontohkan ada banyak kasus besar yang mangkrak di tangan KPK. Ada kesan satu kasus dikejar sampai ujung dunia, kasus lain dibiarkan mengendap begitu saja.

"Kasus-kasus besar, Century, BLBI, dan pernah ada mantan Rektor salah satu Universitas Negeri di Surabaya yang ditetapkan sebagai tersangka, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan kelanjutan kasusnya," terang Bobby

Menurut pengamat yang juga pengasuh Pesantren di Blitar ini, jika memang KPK tidak menginginkan terlihat politis dan cenderung tebang pilih, maka kasus besar yang mangkrak harus segera diusut dan diselesaikan secara tuntas.

"Kalau tidak ingin terlihat politis selama menetapkan perkara, maka harus selesaikan kasus besar dan merugikan negara triliunan rupiah," ujar Bobby

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Surabaya ini juga mengharap agar KPK segera kembali sebagai penegak hukum sesuai dengan tujuan dibentuknya KPK. "KPK segeralah kembali pada Ghirah perjuangan menumpas korupsi yang adil dan transparan sesuai dengan tujuan didirikannya KPK," tutupnya. (mdr/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...