Jumat, 18 Oktober 2019 16:53

​Imam Nahrawi Tersangka, Pengamat: KPK Kembalilah pada Ghirah Pembentukan KPK

Jumat, 20 September 2019 13:01 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Didi Rosadi
​Imam Nahrawi Tersangka, Pengamat: KPK Kembalilah pada Ghirah Pembentukan KPK
Pengamat politik UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Khubby Ali Rohmad, M.Si. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pengamat politik UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Khubby Ali Rohmad, M.Si menilai penerapan tersangka pada Menpora (mengundurkan diri), Imam Nahrawi cenderung politis. Pasalnya, menurut Gus Bobby, begitu biasa disapa, terdapat beberapa kejanggalan dalam proses penetapan status tersangka tersebut. Sebab, sebelum konferensi pers dilakukan oleh KPK, ada dua wakil ketua KPK yang menyerahkan mandat kepada Presiden dan satu mengundurkan diri.

"Saya rasa ada kecenderungan bernuansa politik dalam proses penerapan tersangka pada Menpora, sebab ada dua wakil ketua yang menyerahkan mandat dan satu cuti. Sebab ada asas kolektif kolegial di setiap proses pengambilan keputusan di KPK," tutur Bobby, Jumat (20/9).

Ia juga menambahkan, jika KPK serius menindak perkara korupsi, harusnya tidak perlu tebang pilih dalam proses penindakannya. Ia mencontohkan ada banyak kasus besar yang mangkrak di tangan KPK. Ada kesan satu kasus dikejar sampai ujung dunia, kasus lain dibiarkan mengendap begitu saja.

"Kasus-kasus besar, Century, BLBI, dan pernah ada mantan Rektor salah satu Universitas Negeri di Surabaya yang ditetapkan sebagai tersangka, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan kelanjutan kasusnya," terang Bobby

Menurut pengamat yang juga pengasuh Pesantren di Blitar ini, jika memang KPK tidak menginginkan terlihat politis dan cenderung tebang pilih, maka kasus besar yang mangkrak harus segera diusut dan diselesaikan secara tuntas.

"Kalau tidak ingin terlihat politis selama menetapkan perkara, maka harus selesaikan kasus besar dan merugikan negara triliunan rupiah," ujar Bobby

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Surabaya ini juga mengharap agar KPK segera kembali sebagai penegak hukum sesuai dengan tujuan dibentuknya KPK. "KPK segeralah kembali pada Ghirah perjuangan menumpas korupsi yang adil dan transparan sesuai dengan tujuan didirikannya KPK," tutupnya. (mdr/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...