Minggu, 18 Agustus 2019 04:49

Nikah Usia Muda Jadi Salah Satu Faktor Penyebab Perceraian

Selasa, 13 Agustus 2019 19:14 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Nikah Usia Muda Jadi Salah Satu Faktor Penyebab Perceraian
Para calon pengantin foto bareng usai mengikuti Bimbingan Perkawinan di aula masjid Baiturrozaq Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Tuban, Selasa (13/8).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Salah satu faktor perceraian di Tuban yakni banyaknya pasangan yang menikah dalam usia muda. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Tuban Sahid, saat memberikan pengarahan Bimbingan Perkawinan angkatan ke XXVIII di aula masjid Baiturrozaq Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Selasa (13/8). 

“Proses awalnya terjadi perceraian karena banyaknya pasangan yang menikah muda, sehingga belum bisa mempersiapkan kehidupan keluarganya dengan baik,” ucap Sahid.

Ia menyampaikan data Kementerian Agama, bahwa tak sedikit pasangan yang meminta dispensasi untuk menikah di bawah umur. Berdasarkan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, usia yang dinyatakan cukup umur untuk pria 19 tahun, sedangkan wanita 16 tahun.

Ia mengungkapkan alasan pasangan di bawah umur yang mengajukan dispensasi nikah, di antaranya karena kondisi darurat, salah satunya kehamilan di luar nikah.

“Misalkan yang wanitanya sudah hamil duluan, jadi terpaksa dikasih dispensasi, karena tidak mungkin kita membiarkannya. Kemudian, juga ada aspek-aspek lainnya yang memicu, seperti budaya atau adat. Tapi biasanya usia labil itu yang menjadi pemicu retaknya rumah tangga,” ujar pria asal Gresik ini.

Sementara itu fasilitator bimbingan perkawinan kabupaten Tuban, Laidia Maryati menjelaskan tentang dua kebutuhan keluarga, yakni kebutuhan fisik dan non fisik. Kebutuhan fisik bisa berupa rumah, mobil, perabotan, dan uang. Sedangkan, kebutuhan non fisik bisa berbentuk cinta, kasih sayang, dan perhatian.

"Semua kebutuhan itu bisa di wujudkan secara selaras dan seimbang dengan kesepakatan dan ukur diri. Artinya, memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan dengan tetap berlandaskan kepada 4 pilar perkawinan yakni berpasangan, janji kokoh, memperlakukan pasangan dengan baik, dan musyawarah," ujar wanita yang juga Pranata Humas Kemenag Tuban ini. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...