Meski masih Dililit Krisis, Suriah Berikan Beasiswa untuk Pelajar Indonesia

Meski masih Dililit Krisis, Suriah Berikan Beasiswa untuk Pelajar Indonesia Proses seleksi mahasiswa Universitas Biladus Syam Suriah.

Para ulama yang langsung datang dari Suriah ini dihadirkan Al-Syami sejak tahun 2013 hingga 2019 untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Suriah ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Pekalongan, Yogyakarta, Medan, Riau dan Pelembang.

Puncaknya Al-Syami berkolaborasi dengan berbagai Instansi dan Ormas Islam menyelenggarakan seminar kebangsaan "Jangan Suriahkan Indonesia" menghadirkan Narasumber Mufti Damaskus Syeikh Adnan Afyuni dan Duta Besar Indonesia untuk Suriah, Drs. Djoko Harjanto dan Dubes Suriah untuk RI, Dr. Ziyad Zahrudin. Seminar tersebut diselenggarakan pada 1 November 2018.

Kedekatan Al Syami dengan para ulama Syam dan kegigihanya untuk membantu menyelesaikan konflik Suriah minimal dengan memberikan informasi yang benar tentang krisis Suriah mendapat apresiasi yang cukup besar dari pemerintah Suriah.

Diplomasi pemerintah Indonesia yang tidak meninggalkan Suriah saat kondisi susah dan kecanggihan Assyami untuk turut berkontribusi mendekatkan pimpinan ulama-ulama Syam dengan masyarakat Indonesia dan meluruskan pemberitaan terkait konflik Suriah akhirnya membuahkan hasil yang baik, yaitu pemberian beasiswa pendidikan untuk pelajar Indonesia.

Tahun lalu Al Syami menyeleksi 30 pelajar terbaik untuk memperoleh beasiswa S1 di Univ. Biladus Syam, tapi yang memperoleh muwaqoh (persetujuan) dari Kementerian Wakaf Syria sebanyak tujuh belas pelajar.

Tahun ini seleksi telah dilaksanakan diberbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Magelang, Jombang dan Riau. Mudah-mudahan jumlah beasiswa akan sama dengan tahun lalu. 

(Penulis adalah Direktur Rahmatan Lil Alamin Center (RAHMI))

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ternyata 13 Oktober peringati Hari Kegagalan Sedunia':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO