Selasa, 14 Juli 2020 17:23

Gelar Rakorwil, Pergunu Jatim Siap Tingkatkan Kualitas Guru

Minggu, 21 Juli 2019 17:34 WIB
Editor: Yudi Arianto
Gelar Rakorwil, Pergunu Jatim Siap Tingkatkan Kualitas Guru
Ketua Pergunu Jatim H Sururi (dua dari kanan) saat memimpin Rakorwil. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil), di Ruang Salsabila Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur no.9, Surabaya, Sabtu (20/7).

Ketua Pergunu Jatim H. Sururi, S.Ag, M.M. mengatakan, saat ini sangat penting sekali bagi guru-guru untuk menyiapkan pendidikan yang berkualitas.

Dengan tema "Revitalisasi Strategi Khidmat Organisasi Pergunu di Jawa Timur" pembahasan rakorwil tersebut adalah, pertama terkait dengan masalah internal yakni penguatan pemahaman keaswajaan bagi bapak ibu guru seluruhnya. Kedua, terkait dengan kompetensi guru yakni peningkatan kualitas guru.

"Peningkatan kualitas guru ini termasuk dari PW Pergunu Jawa Timur membuat TOT (Training of Trainers). Sementara ini sudah satu kali di Ponpes Mambaus Sholihin Blitar, ada 40 trainer dari SD/MI dan 40 dari SMP/MTs tentang implementasi pengembangan kurikulum termasuk revolusi industri yang dihadapi sekarang ini," katanya.

Hubungan kerja sama yang bisa dibina dengan IPNU-IPPNU yang masuk ke sekolah masing-masing, Sururi menuturkan bahwa para guru harus memfasilitasi mereka berkegiatan.

"Fasilitasi tempat, fasilitasi konsumsi, fasilitasi apa yang ada. Karena IPNU dan IPPNU itu merupakan kader kita, anak didik kita. Dan itu kita proses kaderisasi mulai dari tingkat pendidikan yang ada di bawah," tuturnya.

Sururi juga menegaskan bahwa PC-PC Pergunu Jawa Timur siap menerima komisariat di sekolah-sekolah. Untuk yang negeri, ia mengarahkan para guru bisa bersilaturahmi ke bupati/wali kota masing-masing.

Terkait zonasi, Sururi mengungkapkan, untuk lembaga-lembaga swasta tidak banyak dirugikan, bahkan menjadi peluang dan tantangan. Sebelum ada sistem zonasi, masyarakat permintaannya ke sekolah negeri dulu. Kalau tidak bisa masuk karena tidak mencukupi nilainya, baru masuk ke sekolah swasta.

"Saat sekarang dengan sistem zonasi, maka anak-anak yang pintar juga masuk ke sekolah-sekolah swasta. Tantangannya adalah jangan sampai anak yang masuk ke lembaga pendidikan swasta ini kemudian turun motivasinya," ungkapnya.

Maka, menurutnya, lembaga-lembaga termasuk guru-guru harus bisa memotivasi kepada para wali murid dan siswa bahwasanya sekolah atau lembaga pendidikan swasta bukan berarti lembaga yang jelek dan terbelakang.

"Kalau para siswa-siswi ini belajar dengan sungguh-sungguh, banyak sekolah swasta yang kualitasnya lebih daripada sekolah negeri. Karena saat sekarang ini inputnya murid-murid ke lembaga swasta ini banyak yang berkualitas, insyaallah outputnya nanti akan berkualitas," pungkasnya.

Hadir menjadi narasumber, Sekretaris PWNU Jatim Prof Akh Muzakki, MAg.Grad Dip SEA.MPhil.PhD. Ketua Dewan Pendidikan Prov Jatim serta aktivis dan motivator pendidikan ini juga menitipkan kepada Pergunu menjamin ke-NU-an para siswa selamanya.

Prof Zaki, sapaan Prof Akh Muzakki juga berpesan supaya para guru tidak meninggalkan amalan wirid. Hal ini merupakan ciri khas dari guru-guru pondok pesantren dahulu. (ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...