Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Emil Elestiando Dardak dan Muhammad Ghofirin foto bersama Pengurus Pergunu Jatim di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Rabu (13/11/2024). Foto: mma/bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menelaah tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.
“Ini bukan kampanye tapi telaah terhadap tiga calon pemimpin Jawa Timur,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dalam acara Silaturahim PW Pergunu Jawa Timur di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Rabu (13/11/2024).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- Dahlan Iskan Pernah Tak Naik Kelas karena Sibuk Manggung Ikut Orkes
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
Acara silaturahim Pergunu itu dihadiri para ketua dan pengurus Pergunu se-Jawa Timur. Acara itu juga dihadiri Dr Emil Elestianto Dardak, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur.
Menurut Kiai Asep, dalam pespektif agama (Islam) sosok Khofifah adalah calon gubernur Jawa Timur paling unggul dibanding calon gubernur lainnya. Kiai Asep melihat dari segi shalatnya. Khofifah, tutur Kiai Asep, selain aktif shalat lima waktu juga shalat sunnah.
“Ibu Khofifah shalat 100 rakaat,” ujar Kiai Asep di depan ratusan pengurus Pergunu yang datang dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Timur.
Khofifah, kata Kiai Asep, juga sangat loman alias dermawan. Sehingga konsisten membayar zakat.
“Orang itu membayar zakat atau tidak dilihat dari kelomanannya. Untuk ukuran perempuan Ibu Khofifah adalah orang paling loman,” kata Kiai Asep yang pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
Kiai Asep yang popular sebagai kiai miliarder tapi dermawan itu memberi contoh kelomanan Khofifah. “Setiap acara Bu Khofifah selalu ada santunan anak yatim,” kata putra KH Abdul Chalim, salah satu kiai pendiri NU dan pejuang kemerdekaan RI yang pada November 2023 dianugrahi gelar pahlawan nasional itu.
Kiai Asep kemudian mengutip sebuah Hadits yang artinya: sebaik-baik rumah adalah rumah yang ada anak yatimnya yang diperlakukan dengan baik. Sedangkan sejelek-jelek rumah adalah rumah yang ada anak yatim tapi diperlakukan dengan tidak baik.
Khofifah, kata Kiai Asep, juga mempunyai kapasitas keilmuan luar biasa. Bahkan, menurut Kiai Asep, Khofifah bukan hanya mempunyai kapasitas keilmuan tapi juga kekuatan fisik yang sulit ditandingi.
“Bu Khofifah punya kekuatan fisik dan keilmuan,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




