Minggu, 15 September 2019 21:56

Tujuh Belas Laporan Dugaan Korupsi di Situbondo Ditelaah KPK

Sabtu, 20 Juli 2019 10:14 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Hadi Prayitno
Tujuh Belas Laporan Dugaan Korupsi di Situbondo Ditelaah KPK
Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Santoso.

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Situbondo banyak memberikan informasi kepada masyarakat. Setelah membuka data LHKPN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo yang tidak mencapai 100 persen, kali ini lembaga anti rasuah tersebut kembali membuka data jumlah laporan tindak pidana korupsi di Kabupaten Situbondo.

Penasehat KPK Budi Santoso mengatakan, sejak tahun 2014 hingga 2019, ada sebanyak 50 pengaduan dari masyarakat mengenai tindak pidana korupsi di Kabupaten Situbondo. Dari 50 pengaduan tersebut, penasehat KPK menyebutkan, semuanya telah dilakukan verifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari 50 dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, ada sebanyak 33 laporan yang diarsipkan. Diarsipnya 33 laporan oleh KPK, karena Komisi Pemberantasan Korupsi menilai laporan tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

Sementara untuk 17 laporan masyarakat lainnya di Situbondo, statusnya dilanjutkan, dan sedang dilakukan telaah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Artinya tim KPK saat ini sedang dalam proses pengumpulan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata) 17 laporan kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Budi mengungkapkan, jika pulbaket dan puldata yang didapatkan tim positif dan menunjukkan validitas data, maka KPK akan melanjutkan mengusut kasus tersebut. Namun Budi enggan menyebut 17 kasus dugaan korupsi apa saja yang sedang dilakukan telaah. Pasalnya jika disampaikan akan mengganggu proses penyelidikan.

Sebelumnya, Kamis (18/7) kemarin aktivis anti korupsi, Junaidi melakukan aksi tunggal di depan kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Situbondo. Dalam orasinya, Direktur Gerakan Masyarakat Peduli Urusan Rakyat (Gempur) ini berharap, kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Situbondo tidak hanya melakukan pencegahan, namun juga harus melakukan penindakan. Karena menurut Junaidi, banyak kasus dugaan korupsi yang dilaporkan ke KPK tidak ditindak lanjuti. (mur/had/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...