Ning Lia: Revitalisasi Sekolah Harus Berdampak Nyata bagi Pendidikan

Ning Lia: Revitalisasi Sekolah Harus Berdampak Nyata bagi Pendidikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah harus memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat. 

Ia menekankan, revitalisasi tidak boleh berhenti pada aspek administratif atau simbolik, melainkan benar-benar meningkatkan kualitas fasilitas belajar.

“Revitalisasi sekolah harus terasa manfaatnya. Bukan sekadar program di atas kertas, tapi benar-benar membantu sekolah dan peserta didik,” ujarnya.

Program revitalisasi yang menyasar jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA dinilai sebagai langkah penting memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. 

Fasilitas yang diperbaiki maupun dibangun, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan sarana pendukung pembelajaran lainnya, harus sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Menurut dia, keberhasilan revitalisasi sekolah sangat bergantung pada pelaksanaan dan pengawasan. Tanpa pengawasan serius, bantuan berpotensi tidak optimal atau salah sasaran.

“Revitalisasi harus memastikan sekolah memiliki fasilitas yang layak dan nyaman. Itu kunci agar proses belajar mengajar berjalan lebih efektif,” tuturnya.

Ning Lia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat. Kolaborasi diperlukan agar setiap bentuk bantuan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi sekolah.

“Kalau semua pihak terlibat aktif, hasilnya akan lebih maksimal. Sekolah tidak hanya direnovasi, tetapi juga diperkuat fungsinya sebagai ruang belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa,” ucapnya.

Sebagai senator dari Jawa Timur, Lia menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program revitalisasi sekolah agar pemerataan kualitas sarana pendidikan dapat terwujud. 

Ia berharap program ini mampu meningkatkan kenyamanan belajar, kualitas pendidikan, serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik di bidang pendidikan.

“Pendidikan yang baik dimulai dari sekolah yang layak. Kalau revitalisasi tepat sasaran, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh siswa, guru, dan masyarakat,” pungkasnya. (mar)