Sabtu, 24 Agustus 2019 10:32

​3 Saksi Dihadirkan Dalam Sidang Kasus Tabrak Wali Murid Marlion School

Rabu, 17 Juli 2019 23:40 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
​3 Saksi Dihadirkan Dalam Sidang Kasus Tabrak Wali Murid Marlion School

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sidang kasus penganiyaan yang dilakukan terdakwa Imelda Budianto terhadap Lauw Vina alias Vivi,terdakwa kasus tabrak wali Murid Marlion School, kembali berlanjut. Sidang yang digelar terbuka untuk umum ini, mendatangkan tiga saksi guna dimintai keterangan di hadapan majelis hakim yang diketuai Yulisar, Rabu (17/7).

Tiga saksi tersebut adalah Kepala Sekolah Marlion yakni Sumianto Tarni, dr. Asraf selaku dokter spesialis saraf Rumah Sakit Mitra Keluarga, kemudian saksi Bagus Putra Nusantara guru Marlion yang melihat peristiwa ditabraknya korban oleh terdakwa.

Saksi pertama yang dimintai keterangan adalah dr. Asraf Fauzi, ahli bedah syaraf RS Mitra Keluarga. Dalam kesaksiannya, Asraf mengatakan luka-luka yang dialami Vivi adalah adanya memar di bagian kaki dan ada luka di tangan.

Asraf juga menerangkan bahwa Vivi sempat dirawat inap selama tiga hari.

Saksi kedua yakni Kepala sekolah Marlion Sumianto Tarni. Sebelum dimintai keterangan, saksi Sumianto Tarni sempat disindir Hakim Yulisar karena tidak memberikan izin saat dilakukan Pemeriksaan Setempat (PS).

Saksi kemudian ditanya tentang adanya luka yang diderita korban Lauw Vina. Menurut saksi, korban mengalami luka di bagian kaki dan luka itu sempat difoto. Saksi menyebut tidak ada luka di bagian lain.

Di hadapan Majelis Hakim, saksi menyatakan sempat menghubungi terdakwa untuk segera menyelesaikan masalah ini karena korban sudah melaporkan kasus ini ke polisi. Saksi juga menerangkan bahwa waktu itu terdakwa akan berangkat ke luar negeri ke China untuk menjenguk saudara terdakwa yang sakit.

Untuk membuktikan bahwa terdakwa bukan dalam rangka melarikan diri, saksi kemudian meminta boarding pass.

Saksi ketiga yang dihadirkan adalah Bagus Putra Nusantara. Di persidangan, saksi Bagus mengatakan dia melihat ada orang yang ditabrak. "Ada mobil dari area parkir sedangkan korban sedang berjalan menuju ke saksi. Posisi saksi sendiri berada di sebelah kanan," ujarnya.

Perlu diketahui, dalam dakwaannya Darwis menyebutkan bahwa perkara ini terjadi pada Jumat 25 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIB di Marlion Internasional School. Terdakwa saat itu menjemput anaknya di Marlion Internasional School dengan mengendarai mobil Sienta bersama suaminya yang duduk di kursi penumpang.

Setelah menjemput anaknya dan hendak keluar dari parkiran namun mobil terdakwa terhalang mobil saksi Lauw Vina sehingga tidak bisa lewat. Saat itu, saksi Lauw Vina hendak mengganti pakaian anaknya yang ada di sekolah Marlion dan memarkirkan mobilnya secara pararel dan selanjutnya langsung masuk ke gedung sekolah.

Kemudian terdakwa membunyikan klakson berkali-kali hingga datang saksi Agus Supriyanto yang selanjutnya memanggil saksi Lauw Vina dan meminta agar saksi Lauw Vina memindahkan mobilnya karena menghalangi jalan.

"Kemudian saksi Lauw Vina berjalan menuju ke mobilnya dan melewati mobil terdakwa. Saat itu terdakwa membuka kaca mobilnya dan mencaci maki saksi Lauw Vina," ujar Darwis dalam dakwaannya.

Namun saksi Lauw Vina tidak menghiraukannya lalu memarkirkannya. Setelah saksi Lauw Vina memarkirkan mobilnya, kemudian berjalan melewati mobil terdakwa. Saat itu, terdakwa membunyikan klakson secara terus menerus dan saksi mengacungkan jempol ke arah depan mobil terdakwa.

"Bahwa dengan terbawa emosi saat saksi Lauw Vina berjalan searah dengan mobil terdakwa dan terdakwa menjalankan mobilnya ke arah saksi Lauw Vina hingga mobil terdakwa menyerempet saksi Lauw Vina dan spion mobil terdakwa mengenai lengan kanan Lauw Vina sehingga membuat saksi terjatuh sedangkan terdakwa tetap mengendarai mobilnya," beber Darwis dalam dakwaannya.

Sementara kuasa hukum Andry Ermawan mengatakan bahwa dengan keterangan saksi yang di ajukan di persidangan hari ini memperkuat terdakwa memang dengan sengaja menabrak korban vina spt ktr guru cce Bagus Putra" kata kuasa hukum korban Andry Ermawan. (ana/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...