Bupati Jember, Muhammad Fawait optimis mampu mendobrak jumlah wisatawan di Kabupaten Jember. (Ist)
JEMBER, BANGSAONLINE.com – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Jember, Bobby Arie Sandy, menyampaikan bahwa Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, optimis Jember bakal menjadi magnet para wisatawan.
Ia menyampaikan, saat ini Pemkab tengah menunjukkan keseriusan dalam membangun citra daerah sebagai magnet baru pariwisata di wilayah Tapal Kuda Jatim.
Menurut Bobby, upaya ini dilakukan dengan strategi yang lebih terarah untuk mengangkat daya tarik wisata lokal ke level yang lebih kompetitif.
Kekayaan geografis yang membentang dari pegunungan Argopuro hingga pesisir selatan menempatkan Jember sebagai pusat transit penting bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan timur Jatim secara lebih luas.
Bobby menilai, keunggulan lokasi ini menjadikan Jember sebagai pintu masuk yang paling efektif bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Kawah Ijen di Bondowoso maupun melakukan pendakian ke Gunung Semeru.
“Jember berada di posisi kunci wilayah Tapal Kuda. Kami punya paket lengkap, mulai dari situs megalitikum, lanskap sungai perkotaan, hingga destinasi religi dan edukasi,” ujar Bobby.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Jember memiliki ragam potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari peninggalan sejarah prasejarah, panorama sungai di kawasan perkotaan, hingga wisata berbasis religi dan pendidikan yang mampu menarik berbagai segmen pengunjung.
Transformasi sektor pariwisata ini juga didorong oleh peningkatan konektivitas transportasi yang signifikan. Hadirnya maskapai Fly Jaya memberikan dampak besar dengan memangkas durasi perjalanan dari Jakarta, khususnya Bandara Halim Perdanakusuma, menuju Jember menjadi sekitar dua jam saja.
Efisiensi waktu perjalanan paling terasa terlihat pada rute Denpasar menuju Jember. Jika sebelumnya perjalanan darat dapat memakan waktu hingga 12 jam, kini perjalanan udara hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit.
“Hal ini diharapkan mampu menarik arus wisatawan mancanegara dari Bali untuk melirik potensi wisata di Jember,” tambahnya.
Menurutnya, kemudahan akses ini diharapkan dapat membuka peluang masuknya wisatawan internasional, khususnya yang berada di Bali, untuk memperluas destinasi kunjungan mereka ke Jember.
Sebagai bentuk peningkatan layanan, Pemkab Jember juga menghadirkan program transportasi gratis bagi wisatawan. Fasilitas ini ditujukan khusus untuk rombongan dengan persyaratan tertentu yang telah ditetapkan.
“Kuota minimal rombongan berjumlah minimal 10 orang. Datang ke Jember menggunakan jalur udara (dari Jakarta atau Denpasar),” jelasnya.
Program tersebut mencakup layanan penjemputan dari bandara menuju hotel, transportasi selama berkeliling destinasi wisata di Jember, hingga pengantaran ke lokasi wisata terdekat seperti Kawah Ijen atau Gunung Semeru.
Bagi wisatawan maupun agen perjalanan yang berminat memanfaatkan fasilitas ini, proses koordinasi dapat dilakukan dengan mudah melalui pesan langsung di akun media sosial resmi milik instansi terkait Pemerintah Kabupaten Jember.
“Kami siap menyambut dan memfasilitasi penjemputan secara cuma-cuma. Cukup hubungi kami di media sosial, dan tim akan segera berkoordinasi,” pungkas Bobby.
Dengan berbagai langkah tersebut, Jember optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pusat pergerakan wisata di kawasan timur Jawa Timur sekaligus menarik lebih banyak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. (nga/yud/msn)

























