Bupati Jember, Muhammad Fawait optimis mampu mendobrak jumlah wisatawan di Kabupaten Jember. (Ist)
JEMBER, BANGSAONLINE.com – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Jember, Bobby Arie Sandy, menyampaikan bahwa Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, optimis Jember bakal menjadi magnet para wisatawan.
Ia menyampaikan, saat ini Pemkab tengah menunjukkan keseriusan dalam membangun citra daerah sebagai magnet baru pariwisata di wilayah Tapal Kuda Jatim.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Menurut Bobby, upaya ini dilakukan dengan strategi yang lebih terarah untuk mengangkat daya tarik wisata lokal ke level yang lebih kompetitif.
Kekayaan geografis yang membentang dari pegunungan Argopuro hingga pesisir selatan menempatkan Jember sebagai pusat transit penting bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan timur Jatim secara lebih luas.
Bobby menilai, keunggulan lokasi ini menjadikan Jember sebagai pintu masuk yang paling efektif bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Kawah Ijen di Bondowoso maupun melakukan pendakian ke Gunung Semeru.
“Jember berada di posisi kunci wilayah Tapal Kuda. Kami punya paket lengkap, mulai dari situs megalitikum, lanskap sungai perkotaan, hingga destinasi religi dan edukasi,” ujar Bobby.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Jember memiliki ragam potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari peninggalan sejarah prasejarah, panorama sungai di kawasan perkotaan, hingga wisata berbasis religi dan pendidikan yang mampu menarik berbagai segmen pengunjung.
Transformasi sektor pariwisata ini juga didorong oleh peningkatan konektivitas transportasi yang signifikan. Hadirnya maskapai Fly Jaya memberikan dampak besar dengan memangkas durasi perjalanan dari Jakarta, khususnya Bandara Halim Perdanakusuma, menuju Jember menjadi sekitar dua jam saja.
Efisiensi waktu perjalanan paling terasa terlihat pada rute Denpasar menuju Jember. Jika sebelumnya perjalanan darat dapat memakan waktu hingga 12 jam, kini perjalanan udara hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




