Senin, 23 September 2019 08:54

Wawali Pasuruan Hadiri Haul Sayyid Hasan Sanusi (Mbah Slagah) 1440 Hijriah / 2019 Masehi

Rabu, 12 Juni 2019 19:48 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ardianzah
Wawali Pasuruan Hadiri Haul Sayyid Hasan Sanusi (Mbah Slagah) 1440 Hijriah / 2019 Masehi

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Bertempat di Turba Makam Mbah Slagah, pada hari Rabu (12/6) pagi bertepatan hari kedelapan bulan Syawal 1440 Hijriah / 2019 Masehi, digelar Haul Sayyid Hasan Sanusi atau Mbah Slagah. Acara ini digelar untuk mengenang jasa-jasanya terhadap Kota Pasuruan, khususnya dalam menyebarkan agama Islam.

Sayyid Hasan Sanusi yang dikenal dengan “Mbah Slagah” salah satu sosok seorang mubaligh dan mujahid di Kota Pasuruan. Mbah Slagah juga pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang juga dijuluki Macan Putih.

Haul ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pasuruan R Teno Prasetiyo S.T, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Kapolres Pasuruan Kota. Acara juga dihadiri Keluarga Besar Almagfurlah Mbah Slagah, para Habaib, alim ulama Kota dan Kabupaten Pasuruan, para Kyai, para Ustadz, Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Hasan Bin Hud Bin Muhammad Assegaf.

Bahkan, mantan Wali Kota Pasuruan periode tahun 2000-2010 H. Aminurokhman juga tampak hadir. Selain itu, juga tampak anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Muzammil Syafii, Ketua MUI Kota Pasuruan, Ketua PCNU Kota Pasuruan,  serta para jamaah haul baik masyarakat Kota Pasuruan sendiri maupun yang datang dari luar Kota Pasuruan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pasuruan R. Teno Prasetyo mengajak para jamaah haul untuk dapat meneruskan perjuangan Mbah Slagah yang ikhlas dalam berjuang. Ia mengajak para jamaah untuk mengimplementasikan ajaran Mbah Slagah dalam membangun bangsa dan negara, khususnya Kota Pasuruan. Serta, menjaga persatuan dan kesatuan antara ulama dan umaro demi terciptanya Kota Pasuruan yang kondusif.

Dalam kesempatan ini, wawali juga mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menghargai acara peringatan Haul Mbah Slagah ini. "Acara ini sekaligus sebagai upaya untuk memantapkan nilai-nilai sosial ketimuran yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan merupakan ciri kepribadian atau jati diri bangsa mutlak diperlukan di tengah persaingan di era global. Beberapa kalangan meyakini bahwa bangsa yang berhasil di era global adalah bangsa yang berhasil mengikuti kemajuan zaman namun tetap tidak kehilangan jati dirinya," tutur Teno, sapaan Wawali.

"Kita berharap mampu bersaing di era global dengan tetap menampilkan jati diri dan identitas kita sebagai seorang muslim. Semoga melalui acara haul ini, kita mampu memetik suri teladan dari Mbah Slagah, dan kita mantapkan kepedulian kita terhadap nasib sesama, terhadap nasib para penyandang masalah sosial yang saat ini memerlukan uluran tangan kita," kata wawali.

Acara juga diisi dengan ceramah agama oleh Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf. Ia menyampaikan tentang wanita yang cantik adalah wanita solehah. Begitu pun juga anak yang bermanfaat bukan anak yang berpangkat, tapi anak soleh. Harta melimpah bukan kebahagiaan tapi harta yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Gerakan aktivitas yang betul-betul dan sungguh-sungguh kepada Allah SWT, maka sadarlah hidup di dunia bertaqwalah kepada Allah SWT. Orang hidup sederhanalah, yang menjadi tenang hidupnya di dunia sebaliknya, bukan kehidupan yang berharta, berpangkat, yang tenang hidupnya. Bersyukurlah bagi orang yang menerima rezeki yang baik, kalau ingin hidup didunia jangan ambisi kepada dunia jangan sampai tertipu dunia dan setan," pesannya.

"Siapa pun jangan mau diadu domba oleh organisasi apapun, dan jangan saling membantu dalam permusuhan dan perbuatan dosa. Kebahagiaan surga itu untuk orang yang berharap dan berusaha beribadah kepada Allah SWT. Dunia ini untuk orang yang mau meninggalkan kepentingan dunia. Kebahagiaan diatas dunia dapat diraih oleh orang yang tidak ambisi atas kepentingan dunia, maksudnya semua gerak geriknya adalah hanya berbuah ibadah kepada Allah swt," pungkasnya. (ard/par/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...