Kamis, 22 Agustus 2019 21:19

IMM, KAMMI, dan PII Jember Gelar Unjuk Rasa Soroti Demokrasi Pasca Pemilu

Selasa, 28 Mei 2019 16:06 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
IMM, KAMMI, dan PII Jember Gelar Unjuk Rasa Soroti Demokrasi Pasca Pemilu

JEMBER, BANGSAONLINE.com – Puluhan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar aksi unjuk rasa di bundaran dan depan gedung DPRD Jember, Selasa (28/5). Dalam aksinya, mereka menyoroti kondisi dan iklim demokrasi pasca pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) pada 17 April 2019 kemarin, yang dinilai tidak sehat.

Para peserta aksi yang menamakan dirinya sebagai Persatuan Aktivis Jember ini menilai pemerintah kurang perhatian terhadap persoalan pasca pemilu. “Kondisi demokrasi yang tidak sehat dapat dilihat dari beberapa kejadian dewasa ini. Di antaranya sikap pemerintah yang acuh atas meninggalnya ratusan petugas KPPS, penutupan akses media sosial, dan tindak represif aparat pada aksi digedung Bawaslu RI,” kata Ketua IMM Jember Andi Saputra di sela aksinya.

Khusus penutupan beberapa fitur media social, menurut Andi, hal tersebut bukan langkah yang seharusnya diambil. “Meskipun pemerintah berdalih untuk mengantisipasi penyebaran konten hoaks. Alih-alih mengantisipasi hoaks, justru pembatasan yang ada bertentangan dengan pasal 28 F UUD NRI 1945 dan mematikan mata pencaharian online shop yang memanfaatkan media sosial,” jelasnya.

Oleh karena itu, Persatuan Aktivis Jember mengecam keras kebijakan Menkopolhukan Wiranto dan Menkominfo Rudiantara, yang menutup akses media sosial selama 3 hari kemarin. “Kami juga minta Mahkamah Kontitusi (MK) netral dalam memutus sengketa hasil Pilpres, dan mendesak pemerintah membentuk tim pencari fakta atas kematian KPPS. Serta menjamin pendidikan kepada anak-anak korban,” tegasnya menyampaikan tuntutan

Di akhir orasinya, Andi menegaskan bahwa aksi yang dilakukan pihaknya tanpa ada afiliasi politik ke paslon presiden 01 ataupun 02. “Aksi kami murni untuk menyelamatkan demokrasi Indonesia,” pungkasnya. (jbr1/yud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...