Selasa, 18 Juni 2019 06:27

Ketatnya Kualifikasi Tender, Pengusaha Jasa Konstruksi Skala Kecil di Pacitan Gusar

Sabtu, 25 Mei 2019 13:40 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Ketatnya Kualifikasi Tender, Pengusaha Jasa Konstruksi Skala Kecil di Pacitan Gusar
Rudi Efendi, pelaku usaha jasa pemborongan di Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dunia jasa pemborongan di Kabupaten Pacitan, utamanya penyedia jasa skala kecil mulai gusar. Itu menyusul adanya persyaratan kualifikasi perusahaan yang dinilai sangat memberatkan.

Salah seorang pelaku usaha jasa pemborongan di Pacitan, Rudi Effendi menuturkan, salah satu persyaratan yang dinilai sangat memberatkan para pengusaha kecil tersebut seperti halnya kepemilikan surat keterampilan teknis (SKT) yang harus berpengalaman sekurang-kurangnya tiga tahun. Tak hanya itu, SKT tersebut juga harus diverifikasi oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) terlebih dahulu, sebelum ikut dalam proses pelelangan umum.

"Kalau kita harus mengurus SKT baru yang sesuai dengan sub bidang kegiatan yang hendak ditawar, tetap saja tidak bisa. Sebab belum memiliki pengalaman sekurang-kurangnya selama tiga tahun sejak SKT tersebut terbit," keluh pria yang akrab disapa dengan Fendi ini, Sabtu (24/5).

Ia mencontohkan, untuk kegiatan pembangunan saluran air, SKT dari perusahaan penyedia jasa harus memiliki pengalaman di bidang tersebut sekurang-kurangnya selama tiga tahun. "Ini sangat menyulitkan pengusaha lokal, utamanya grade kecil," bebernya.

Hal senada juga disampaikan Sugiharto, pengusaha jasa konstruksi dan rental alat berat lainnya di Pacitan. Ia berharap pemkab selaku pembina jasa konstruksi bisa memberikan solusi agar para penguasa kecil bisa lebih berdaya.

"Tahun-tahun sebelumnya tidak ada ketentuan semacam itu. Tapi sekarang kenapa harus dipersulit," tutur Sugiharto di tempat terpisah.

Pemilik puluhan backhoe dan truk tronton ini meminta agar OPD terkait sejak awal memberikan sosialisasi kalau seandainya ada perubahan aturan.

"Tahun lalu boleh, tahun ini kok dipersulit. Kalaupun ada perubahan aturan harusnya ada sosialisasi lebih awal. Sehingga tidak memunculkan tanda tanya. Jangan sampai ada nuansa kongkalikong dengan kontraktor besar yang bisa berpotensi ke ranah hukum," harap dia.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, Kabag Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Pacitan Turmudi, belum bisa dikonfirmasi. Wartawan berupaya menghubungi ponselnya, namun belum ada jawaban. (yun/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...