Jumat, 24 Mei 2019 19:00

Ditetapkan Tersangka, Pemeran Video Porno di Blitar Berdalih Ingin Buktikan Cinta

Kamis, 16 Mei 2019 13:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Ditetapkan Tersangka, Pemeran Video Porno di Blitar Berdalih Ingin Buktikan Cinta
Tersangka saat diekspos di Mapolres Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar akhirnya menetapkan pemeran video porno yang viral di media sosial sebagai tersangka pembuat dan penyebar konten pornografi.

Ia adalah Yudis Siswo Putro (23) warga Dusun Krajan, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan. Yudis diketahui dengan sadar dan sengaja menyiarkan secara langsung video mesum dengan kekasihnya SR yang masih di bawah umur melalui aplikasi Gogo Live.

Saat pers rilis di Mapolres Blitar, Yudis mengakui semua perbuatanya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai fotografer ini mengatakan sengaja membuat video tak senonoh itu atas dasar mau sama mau, serta untuk membuktikan cinta.

"Saya mau kerja ke luar kota, dia juga mau kerja, takutnya kalau berjauhan kita sama-sama selingkuh. Akhirnya kita membuat video itu untuk bukti cinta," ungkap Yudis di Mapolres Blitar, Kamis (16/5/2019).

Yudis mengaku, menyiarkan langsung adegan oral seks itu secara sadar, di aplikasi Gogo Live berjaringan luar negeri. Saat live ada sekitar 28 orang yang menonton aksi mesum Yudis dan kekasihnya SR yang masih di bawah umur. Dengan cepat, video berdurasi 57 detik itu kemudian menyebar di berbagai media sosial hingga ke sebuah situs porno.

"Saya pengen aja live. Tapi saya nggak nyebarin ke media sosial," ungkap Yudis.

Sementara Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan, kemungkinan video itu diunggah ke media sosial dan situs porno oleh salah satu orang yang menonton video live tersebut. Untuk itu pihaknya tengah memburu pelaku yang mengunggah video ke medsos dan situs porno.

"Yang mengupload akan kami cari. Dari sana nanti akan ketahuan apakah si pengupload ini mendapatkan keuntungan atau tidak," paparnya.

Sementara untuk pembuat video diancam dengan Undang-Undang perlindungan anak, Undang-Undang pronografi dan kesusilaan serta Undang-Undang ITE, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ina/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...