Selasa, 19 November 2019 17:35

Ditetapkan Tersangka, Pemeran Video Porno di Blitar Berdalih Ingin Buktikan Cinta

Kamis, 16 Mei 2019 13:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Ditetapkan Tersangka, Pemeran Video Porno di Blitar Berdalih Ingin Buktikan Cinta
Tersangka saat diekspos di Mapolres Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar akhirnya menetapkan pemeran video porno yang viral di media sosial sebagai tersangka pembuat dan penyebar konten pornografi.

Ia adalah Yudis Siswo Putro (23) warga Dusun Krajan, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan. Yudis diketahui dengan sadar dan sengaja menyiarkan secara langsung video mesum dengan kekasihnya SR yang masih di bawah umur melalui aplikasi Gogo Live.

Saat pers rilis di Mapolres Blitar, Yudis mengakui semua perbuatanya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai fotografer ini mengatakan sengaja membuat video tak senonoh itu atas dasar mau sama mau, serta untuk membuktikan cinta.

"Saya mau kerja ke luar kota, dia juga mau kerja, takutnya kalau berjauhan kita sama-sama selingkuh. Akhirnya kita membuat video itu untuk bukti cinta," ungkap Yudis di Mapolres Blitar, Kamis (16/5/2019).

Yudis mengaku, menyiarkan langsung adegan oral seks itu secara sadar, di aplikasi Gogo Live berjaringan luar negeri. Saat live ada sekitar 28 orang yang menonton aksi mesum Yudis dan kekasihnya SR yang masih di bawah umur. Dengan cepat, video berdurasi 57 detik itu kemudian menyebar di berbagai media sosial hingga ke sebuah situs porno.

"Saya pengen aja live. Tapi saya nggak nyebarin ke media sosial," ungkap Yudis.

Sementara Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan, kemungkinan video itu diunggah ke media sosial dan situs porno oleh salah satu orang yang menonton video live tersebut. Untuk itu pihaknya tengah memburu pelaku yang mengunggah video ke medsos dan situs porno.

"Yang mengupload akan kami cari. Dari sana nanti akan ketahuan apakah si pengupload ini mendapatkan keuntungan atau tidak," paparnya.

Sementara untuk pembuat video diancam dengan Undang-Undang perlindungan anak, Undang-Undang pronografi dan kesusilaan serta Undang-Undang ITE, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ina/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...