Minggu, 18 Agustus 2019 23:03

Ini Identitas Mayat Gosong di Sawah Jagung Dawarblandong

Selasa, 14 Mei 2019 14:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Soffan Soffa
Ini Identitas Mayat Gosong di Sawah Jagung Dawarblandong
Korban semasa hidup.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Identitas mayat yang ditemukan gosong di sawah jagung milik warga Dusun Mayangsari, Desa Gunungsari, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto akhirnya terungkap. 

Korban bernama Eko Yuswanto (32), seorang pengusaha rongsokan warga Dusun Temenggungan, RT 2 RW 5, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. 

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono saat dikonfirmasi menjelaskan jika pihaknya mendapat identitas korban dari Tim Labfor Polda Jatim. Usai mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung mencari keberadaan istri korban dan langsung didatangkan ke RS Bhayangkara untuk mengenali korban secara langsung pada Senin (13/5) malam. 

"lstri korban sudah kami datangkan untuk mengenali di RS Bhayangkara. Hasil pencocokan identitas yang diperoleh tim labfor dikuatkan istri korban yang melihat Iangsung jenazah," terangnya.

Rencananya hari ini istri dan dua anak korban kembali dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani tes DNA.

Sementara itu terpisah, kakak Ipar korban Hidayatik (32) menjelaskan, Eko Yuswanto merupakan pengusaha rongsokan skala kecil. Dia mengambil rongsokan dengan pikap ke sejumlah daerah untuk dipilah di rumahnya. Saat ini Eko mempunyai 4 orang tenaga pilah di rumahnya. 

Hidayatik membenarkan kemarin malam polisi menjemput istri korban untuk diajak ke RS Bhayangkara Polda Jatim. "Cerita istrinya, dia mengenali Eko dari giginya yang gingsul, alis sebelah kiri ada bekas luka, dan kumis korban," terangnya. 

Hidayatik membenarkan jika pada pagi sekitar pukul 06.30 WIB, istri dan kedua anak korban kembali ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani tes DNA. "Ke Polda ditemani oleh Bapak Kepala Dusun Temenggungan," tambahnya. 

Sementara Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol F. Barung Mangera membenarkan bahwa identitas mayat yang ditemukan di ladang jagung sudah bisa dipastikan atas nama Eko Yuswanto. Barung mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melaksanakan tes DNA anak dan istri korban.

"Dan kita bawa anak dan istri yang bersangkutan untuk diambil DNA. DNA ini diambil dalam rangka mencocokkan identifikasi lanjutan dan identifikasi luar," ujarnya.

Barung menduga, korban meninggal terlebih dahulu di rumah tersangka SD, sebelum akhirnya dibawa ke ladang jagung untul dibakar.

"Mengakuratkan dari temuan yang kita temukan, yang bersangkutan bukan meninggal di kebun jagung itu, yang bersangkutan meninggal ini ternyata di rumah milik tersangka," imbuhnya.

Adapun pelaku ditengari ada dua orang, yakni Danto Narianto alias Sudanto (36) warga Dsn. Dimoro RT 04 RW 01 Kel. Tambakagung Kec. Puri Kab. Mojokerto, dan Priyono alias Yoyo (38) warga Dsn. Temenggungan RT 03 RW 05 Kel. Kejagan Kec. Trowulan Kab. Mojokerto.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan yakni 1 buah Handphone beserta sim card milik korban, 1 buah handphone merek Vivo beserta sim card milik tersangka Priyono, 1 buah mobil Merk Gran Max Pick Up, 1 buah tas pinggang milik korban, sejumlah uang hasil kejahatan, 1 buah bantal, dan 1 buah sprei.

Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Partono (58) di sawah tempat ia bekerja pada Senin (13/5) sekitar pukul 07.15 WIB. Buruh tani ini menerangkan jika saat itu dirinya sedang bekerja menanam jagung (gejik jagung). Mendadak dirinya mencium bau gosong dan setelah dicari ternyata ada mayat yang terbakar. 

Kondisi mayat tengkurap dengan kepala menghadap ke Selatan. Jaraknya hanya sekitar 3 meter dari jalan cor yang menghubungkan permukiman penduduk Manyarsari dengan jalur Mojokerto-Gresik. Setelah itu, temuan tersebut dilaporkan ke Polisi.

Korban diduga kuat sebagai korban pembunuhan. Sedikitnya polisi sudah mengantongi dua nama yang terindikasi sebagai pelaku. (sof/ana/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...