Sabtu, 21 September 2019 02:14

Penipuan Rekrutmen CPNS Terungkap, Pelaku Mengaku Sebagai Kepala Bappeda Ponorogo

Kamis, 25 April 2019 13:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Penipuan Rekrutmen CPNS Terungkap, Pelaku Mengaku Sebagai Kepala Bappeda Ponorogo
Kapolres Blitar AKBP Anissulah M Ridha menunjukkan barang bukti berupa uang tunai. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polres Blitar menangkap pelaku penipuan rekrutmen CPNS. Pelakunya adalah Edy Hartanto (48) warga Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Edy diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat berada di rumah korbanya Sutrismian (53) warga Dusun Mronjo, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar AKBP Anissulah M Ridha mengatakan, penipuan ini berawal dari perkenalan korban dan pelaku September 2018 lalu. Selanjutnya setelah terjadi perkenalan, pelaku memberitahu korban bahwa dirinya bisa menjadikan anak korban sebagai PNS.

"Pelaku mengaku sebagai Kepala Bappeda Pemkab Ponorogo dan pelaku menerangkan kepada korban bahwa pelaku mendapat jatah dua orang setiap ada rekrutmen CPNS," jelas AKBP Anissullah M Ridha, Kamis (25/4/2019).

Mendengar bujuk rayu pelaku, korban tertarik dan bersedia menyerahkan uang yang diminta oleh pelaku sebagai syarat sebesar Rp 70 juta. Uang tersebut diserahkan secara bertahap. Pada
15 Oktober 2018 korban menyerahkan sebesar Rp 35 juta.

"Namun hingga pengumuman penerimaan CPNS, anak korban tak kunjung mendapatkan panggilan. Kemudian korban menanyakan hal tersebut kepada pelaku, namun pelaku hanya janji-janji saja," papar Anis.

Kemudian pelaku kembali meminta uang kepada korban sebesar Rp 10 juta pada 23 April 2019. Alasanya untuk melancarkan proses masuk sebagai CPNS. Sadar menjadi korban penipuan, korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi.

Pelaku berhasil diamankan saat hendak mengambil uang yang diminta ke rumah korban. "Selain kerugian uang sebesar Rp 35 juta terkait penerimaan CPNS, korban juga mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta terkait perkara penipuan pembelian rumah yang juga dilakukan oleh pelaku, sehingga total kerugian korban Rp 188 juta," imbuhnya.

Pelaku diketahui, pelaku merupakan residivis dalam perkara yang sama. Pelaku pernah menjalani hukuman pada tahun 2007, 2011, dan terakhir pada tahun 2014. Pelaku sendiri baru bebas pada 2017 lalu. (ina/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...