Rabu, 17 Juli 2019 14:34

Gagas One Class One Village, FE UTM Bangkalan Gelar Baksos di Kamal

Senin, 22 April 2019 22:14 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
Gagas One Class One Village, FE UTM Bangkalan Gelar Baksos di Kamal
Mahasiwa FE UTM, Dosen dan Kepala Desa Kamal foto bersama sebelum melaksanakan Bhakti Sosial di Bibir Pantai Kamal.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 600 mahasiswa Fakultas Ekonomi UTM Bangkalan menggelar bakti sosial (baksos) di pesisir pantai Kamal (Pelabuhan Kamal Timur) Desa Kamal  mahasiswa, Senin (22/4).

Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi UTM Dr. Sutikno memaparkan bahwa kegiatan bakti sosial ini dalam rangka memperingati Hari Bumi. 

"Hari bumi ini digagas oleh Gaylord Nelson, seorang senator Amerika yang merasa resah terhadap kerusakan di mana-mana akibat dari industrialisasi dan aktivitas ekonomi yang lainnya pada tahun 70-an," ujar Sutikno menceritakan sejarah Hari Bumi.

"Oleh karena itu Gaylord Nelson ingin kerusakan lingkungan masuk dalam kurikulum di Universitas Amerika Serikat. Gagasan brilian Gaylord Nelson disetujui oleh Pemeritah AS pada tanggal 22 April. Sehingga pada tanggal 22 dinobatkan sebagai hari Bumi," lanjut Sutikno.

Ia berpesan kepada mahasiswa UTM, khususnya FE, agar memahami bahwa di dunia tidak hanya harta dan ekonomi yang dikejar, tapi keberlangsungan sosial dan lingkungan harus menjadi perhatian juga.

"Hari ini dalam upaya memberikan edukasi kepada mahasiswa. Bahwa pembelajaran ke depan, bukan hanya ekonomi saja, tapi lingkungan juga harus berkelanjutanan," ujarnya.

Bakti Sosial ini hanya sebagai momentum di hari peringatan hari bumi. Ada agenda besar di Fakultas Ekonomi di mana setiap kelas harus ada satu desa yang harus dibina, atau One Class One Village. Salah satu desa binaan FE UTM yakni Desa Kamal.

"Desa Kamal berada di bibir pantai. Bagaimana bibir pantai kamal dijadikan sebagai sea front city atau beach front city. Selama ini pantai menjadi halaman belakang, di mana halaman belakang menjadi tempat pembuangan sampah," pungkasnya.

Kepala Desa Kamal Sulistiyono bersyukur desanya menjadi desa percontoan untuk jadi desa pariwisata. Sehingga dapat menambah pendapatan sekaligus mengurangi beban masyarakat. Karena saat ini mati suri perekonomian di bibir pantai Kamal," ujarnya. (uzi/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...