Sabtu, 19 Oktober 2019 12:37

Gagas One Class One Village, FE UTM Bangkalan Gelar Baksos di Kamal

Senin, 22 April 2019 22:14 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
Gagas One Class One Village, FE UTM Bangkalan Gelar Baksos di Kamal
Mahasiwa FE UTM, Dosen dan Kepala Desa Kamal foto bersama sebelum melaksanakan Bhakti Sosial di Bibir Pantai Kamal.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 600 mahasiswa Fakultas Ekonomi UTM Bangkalan menggelar bakti sosial (baksos) di pesisir pantai Kamal (Pelabuhan Kamal Timur) Desa Kamal  mahasiswa, Senin (22/4).

Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi UTM Dr. Sutikno memaparkan bahwa kegiatan bakti sosial ini dalam rangka memperingati Hari Bumi. 

"Hari bumi ini digagas oleh Gaylord Nelson, seorang senator Amerika yang merasa resah terhadap kerusakan di mana-mana akibat dari industrialisasi dan aktivitas ekonomi yang lainnya pada tahun 70-an," ujar Sutikno menceritakan sejarah Hari Bumi.

"Oleh karena itu Gaylord Nelson ingin kerusakan lingkungan masuk dalam kurikulum di Universitas Amerika Serikat. Gagasan brilian Gaylord Nelson disetujui oleh Pemeritah AS pada tanggal 22 April. Sehingga pada tanggal 22 dinobatkan sebagai hari Bumi," lanjut Sutikno.

Ia berpesan kepada mahasiswa UTM, khususnya FE, agar memahami bahwa di dunia tidak hanya harta dan ekonomi yang dikejar, tapi keberlangsungan sosial dan lingkungan harus menjadi perhatian juga.

"Hari ini dalam upaya memberikan edukasi kepada mahasiswa. Bahwa pembelajaran ke depan, bukan hanya ekonomi saja, tapi lingkungan juga harus berkelanjutanan," ujarnya.

Bakti Sosial ini hanya sebagai momentum di hari peringatan hari bumi. Ada agenda besar di Fakultas Ekonomi di mana setiap kelas harus ada satu desa yang harus dibina, atau One Class One Village. Salah satu desa binaan FE UTM yakni Desa Kamal.

"Desa Kamal berada di bibir pantai. Bagaimana bibir pantai kamal dijadikan sebagai sea front city atau beach front city. Selama ini pantai menjadi halaman belakang, di mana halaman belakang menjadi tempat pembuangan sampah," pungkasnya.

Kepala Desa Kamal Sulistiyono bersyukur desanya menjadi desa percontoan untuk jadi desa pariwisata. Sehingga dapat menambah pendapatan sekaligus mengurangi beban masyarakat. Karena saat ini mati suri perekonomian di bibir pantai Kamal," ujarnya. (uzi/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...