Senin, 18 November 2019 11:36

Prihatin Seks Bebas di Kalangan Remaja, Bisa Demi Hape atau Kesenangan Belaka

Sabtu, 20 April 2019 15:17 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yudi Indrawan
Prihatin Seks Bebas di Kalangan Remaja, Bisa Demi Hape atau Kesenangan Belaka
Genre Jember sedang memberi penyuluhan pada remaja putri.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Seks bebas yang dilakukan remaja putri sekarang kian memprihatinkan. Dari banyaknya kasus karena pernikahan dini, kini bergeser ke kebutuhan ekonomi dan kesenangan.

Melihat tingkah laku mereka membuat Ketua Insan Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Jember Devi Martadiana, bersama dengan anggotanya turun langsung untuk memberikan edukasi ke masyarakat. Pasalnya fenomena pernikahan dini dan seks bebas di masyarakat sekarang ini, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Sebagai wanita yang memiliki jiwa Kartini muda, Devi bersama anggotanya harus turun langsung memberikan edukasi ke masyarakat.

"Remaja wanita kita di Jember, tanpa rasa malu, dan tanpa memiliki pemahaman, seenaknya melalukan seks bebas, dan melakukan pernikahan dini. Kondisi ini pun, kini sudah bergeser," kata Devi saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (20/4).

"Jika dulu pernikahan dini karena akibat hamil di luar nikah, kini pernikahan dini jadi sebuah solusi sebuah keluarga agar tidak terbebani untuk mengurus anak wanitanya. Jadi agar lepas tanggung jawab terhadap anaknya, apalagi perempuan, dinikahkan itu. Padahal umurnya masih SD atau SMP biasanya. Alasannya pun karena masalah ekonomi, jadi dengan dinikahkan, menjadi tanggung jawab suaminya," ungkap dia.

Akibat hal ini, kata Mahasiswa FKM Unej ini, persoalan pernikahan dini berlanjut pada persoalan yakni perceraian dini.

Belum lagi masalah seks bebas. Dulunya hubungan terlarang itu karena berdalih rasa sayang dan cinta pada pasangan belum resmi, atau pacarnya. Fenomena saat ini, karena untuk mencari kepuasan semata. Baik kepuasan seksual, juga kepuasan untuk mendapatkan atau memiliki sesuatu.

"Jadi mereka cewek-cewek masih umur SMP-SMA itu, rela melakukan seks bebas, kemudian mendapat bayaran untuk beli handphone ataupun hal lain sesuai kemajuan teknologi. Selain mencari kesenangan dari seks tentunya," katanya.

Kebanyakan para wanita remaja itu, malah kondisi ekonomi keluarganya baik dan mampu. "Jadi kondisi saat ini itu, bukan faktor ekonomi. Alasan mencari kesenangan semata dan cepat dapat uang, juga menjadi pertimbangan. Jadi cewek-cewek itu tidak memikirkan keperawanannya, atau pun norma agama, sosial, di tengah masyarakat," sambungnya.

"Fenomena ini yang mengkhawatirkan. Dan, di momen Hari Kartini 2019 ini kami berharap ada perhatian dan kepedulian bersama untuk mengatasi persoalan tersebut. Kondisi ini membuat kita di Genre cukup geram. Sehingga kita berusaha untuk terus menjadi fasilitator lewat PIK-R juga, tidak hanya di dunia pendidikan, sekarang turun langsung ke masyarakat," ungkapnya.

Bahkan di tingkat dusun, desa, dan pondok pesantren pun disasar olehnya. "Karena persoalan remaja (wanita) ini salah dalam mencari wadah untuk mencari identitas. Sehingga perlu ada perhatian khusus," kata dia. (jbr1/yud/ns)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Minggu, 17 November 2019 01:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...