Sabtu, 20 Juli 2019 23:59

Tersangka Penabrak Wali Murid di Marlion School jadi Tahanan Kota

Senin, 15 April 2019 22:53 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Tersangka Penabrak Wali Murid di Marlion School jadi Tahanan Kota
Tersangka Imelda Budianto saat menjalani pemeriksaan.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berkas perkara Imelda Budianto, tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan korban Lauw Vina alias Vivi luka berat, dilimpahkan penyidik Polsek Sukomanunggal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Senin (15/4).

Tak hanya tersangka, barang bukti berupa mobil Sienta dengan nomer L 1868 TC yang digunakan tersangka untuk menabrak korban, juga ikut dibawa ke Kejari

Kepala Kejari Surabaya Teguh Dharmawan menyatakan tersangka dijerat dua pasal yakni 351 ayat 1 dan pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun.

"Barang bukti yang diserahkan berupa mobil dan juga payung, dan juga ada flasdisk. Jadi itu alat bukti yang disita penyidik kemudian diserahkan ke penuntut umum yang nantinya digunakan untuk alat bukti di persidangan," ujarnya.

Teguh menyatakan bahwa pihaknya menahan tersangka dengan tahanan kota. Jadi tersangka tidak diperkenankan berada di luar kota Surabaya.

"Mulai Senin besok tersangka juga diwajibkan untuk lapor ke sini (Kejaksaan)," tambahnya.

Teguh menambahkan, pihaknya tidak melakukan penahanan di Rutan pada tersangka, karena pertimbangan tersangka memiliki anak yang masih kecil, selain itu tersangka juga kooperatif.

Sementara kuasa hukum pelapor, Andry Ermawan, menyatakan kecewa karena tersangka hanya berstatus tahanan kota. Dia berharap tersangka ditahan di Rumah Tahanan karena tidak ada itikad baik dari tersangka untuk meminta maaf.

"Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena itu adalah kewenangan Kejaksaan. Jadi kita lihat saja nanti di persidangan, semoga pak hakim bisa melihat kasus ini secara proesional," ucapnya.

kasus ini terjadi pada 25 Januari 2019. Saat itu, dua orang ibu-ibu menjemput anaknya di sekolah Marlion Internasional. Saat berada di parkir sekolah, Vivi (pelapor/korban) yang belum dapat parkir menghalangi mobil Imelda (terlapor/tersangka).

Saat pelapor sudah dapat parkiran, si terlapor ini masih emosi dan ngebel-ngebel terus namun tidak dihiraukan oleh pelapor. Nah saat itulah tiba-tiba mobil terlapor ini meluncur dan menubruk pelapor hingga terlapor mengalami luka di kaki dan tangannya. (ana/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...