Ormas Madura Nusantara (Mantra) mengecam tindak persekusi dan premanisme di Kota Surabaya. Foto: Mantra for Bangsaonline.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan pengusiran paksa dan pembongkaran rumah milik Elina Widjajanti, seorang wanita lanjut usia (lansia) berumur 80 tahun di kawasan Dukuh Kuwukan, Sambikerep, memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi Madura Nusantara (Mantra).
Sekretaris Jenderal Mantra, Sulaiman Darwis, secara terbuka menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas peristiwa pilu yang menimpa warga lansia tersebut.
BACA JUGA:
- Wisatawan Jatim Naik 31 Persen, Kapolda Jatim Pastikan Pengamanan Tetap Ketat Pasca Operasi Ketupat
- Safari Ramadhan di Mapolda Jatim, Kapolri Jamin Stok BBM Subsidi Aman Jelang Idulfitri
- Panen Jagung di Banyuwangi, Gubernur Khofifah Tegaskan Sinergi Jaga Ketahanan Pangan
- Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Jatim Anugerahkan Satyalancana
“Tindakan intimidasi dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, apalagi menyasar sosok lansia yang seharusnya mendapatkan perlindungan dari lingkungan sekitarnya,” tutur Sekjen Mantra yang akrab disapa Darwis itu, Sabtu (27/12/2025).
Darwis mengingatkan kepada seluruh keluarga besar Mantra agar tetap mengedepankan akal sehat dan tidak terpancing oleh narasi-narasi provokatif. Ia menekankan filosofi Madura Darahku, Surabaya Jiwaku sebagai landasan untuk menjaga kedamaian di tanah kelahiran tanpa harus mencederai supremasi hukum yang berlaku.
Menurutnya, menahan diri adalah bentuk kedewasaan dalam berorganisasi demi mencegah gesekan yang lebih luas antarkelompok masyarakat atau suku di Surabaya.
Sulaiman Darwis meminta perhatian serius dari pimpinan kepolisian di Jawa Timur. Ia secara khusus melayangkan permohonan kepada Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, untuk segera menginstruksikan jajarannya agar menangkap Samuel beserta rekan-rekannya yang diduga kuat sebagai aktor di balik perusakan rumah dan tindakan persekusi tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




