Rabu, 24 April 2019 05:50

Angka Diabetes di Jatim Tinggi, Gubernur Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Sehat

Jumat, 12 April 2019 22:53 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zahrotul Maidah
Angka Diabetes di Jatim Tinggi, Gubernur Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Sehat
Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Kadinkes Jatim Kohar Hari Santoso saat Rakor Program Prioritas Pelayanan Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Angka diabetes di Jawa Timur terus meningkat. Hal tersebut membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bergaya hidup sehat.

"Menekan Penyakit Tidak Menular (PTM) termasuk diabetes tidak cukup dari kesadaran diri saja, tetapi kesadaran kolektif yang dilakukan bersama-sama guna mengubah ke arah gaya hidup sehat," katanya, dalam Rakor Program Prioritas Pelayanan Kesehatan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (12/04).

Lebih lanjut, dia mengatakan, gaya hidup sehat dapat dimulai ketika usia remaja. "Dalam usia itu, mereka sudah tahu pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan reproduksi, " ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, antisipasi anemia dilakukan sejak remaja. Mengingat angka anemia di kalangan remaja cukup tinggi. "Selain memberikan tablet penambah darah, kami juga mengajak tanam Toga (tanaman obat keluarga, red) secara hidroponik di halaman rumah, " jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kemenkes, penyakit diabetes meningkat sebanyak 157,1 persen, dari tahun 1990 hingga 2017. Sedangkan stroke 93,4 persen, dan jantung 113,9 persen di periode yang sama.

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek mengakui angka diabetes di Jatim tinggi.

"Itu sudah dibuktikan Kota Surabaya yang naik menjadi 5 persen. Sementara nasional naik dari 6 persen menjadi 8 persen," bebernya.

Dia mengatakan, gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu. "Saya tidak nyalahkan, memang gaya hidup kita semua berubah. Mulai dari kulinernya sampai cara makannya seperti apa," jelasnya.

Di Jawa Timur, gaya hidup sehat hanya diterapkan kurang dari 20 persen total penduduknya. Padahal harusnya, 80 persen penduduk sudah menerapkan gaya hidup sehat.

Nila mengimbau untuk merubah gaya hidup yang sehat. "Mari kita ubah, yuk gizi seimbang," tutur dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Kohar Hari Santoso menambahkan, antisipasi anemia dengan memberikan tablet penambah darah. 

"Sesuai dengan arahan Bu Gubernur, Kami akan sosialisasikan penanaman Toga secara hidroponik supaya sayuran yang dikonsumsi dapat menambah hemoglobin dan sel darah merahnya juga bagus," pungkasnya. (mid/ian)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Izza Kustiarti
Senin, 22 April 2019 17:12 WIB
Oleh: Izza Kustiarti*Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan titah dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nom...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...