Sabtu, 20 Juli 2019 23:58

Angka Diabetes di Jatim Tinggi, Gubernur Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Sehat

Jumat, 12 April 2019 22:53 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zahrotul Maidah
Angka Diabetes di Jatim Tinggi, Gubernur Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Sehat
Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Kadinkes Jatim Kohar Hari Santoso saat Rakor Program Prioritas Pelayanan Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Angka diabetes di Jawa Timur terus meningkat. Hal tersebut membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bergaya hidup sehat.

"Menekan Penyakit Tidak Menular (PTM) termasuk diabetes tidak cukup dari kesadaran diri saja, tetapi kesadaran kolektif yang dilakukan bersama-sama guna mengubah ke arah gaya hidup sehat," katanya, dalam Rakor Program Prioritas Pelayanan Kesehatan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (12/04).

Lebih lanjut, dia mengatakan, gaya hidup sehat dapat dimulai ketika usia remaja. "Dalam usia itu, mereka sudah tahu pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan reproduksi, " ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, antisipasi anemia dilakukan sejak remaja. Mengingat angka anemia di kalangan remaja cukup tinggi. "Selain memberikan tablet penambah darah, kami juga mengajak tanam Toga (tanaman obat keluarga, red) secara hidroponik di halaman rumah, " jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kemenkes, penyakit diabetes meningkat sebanyak 157,1 persen, dari tahun 1990 hingga 2017. Sedangkan stroke 93,4 persen, dan jantung 113,9 persen di periode yang sama.

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek mengakui angka diabetes di Jatim tinggi.

"Itu sudah dibuktikan Kota Surabaya yang naik menjadi 5 persen. Sementara nasional naik dari 6 persen menjadi 8 persen," bebernya.

Dia mengatakan, gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu. "Saya tidak nyalahkan, memang gaya hidup kita semua berubah. Mulai dari kulinernya sampai cara makannya seperti apa," jelasnya.

Di Jawa Timur, gaya hidup sehat hanya diterapkan kurang dari 20 persen total penduduknya. Padahal harusnya, 80 persen penduduk sudah menerapkan gaya hidup sehat.

Nila mengimbau untuk merubah gaya hidup yang sehat. "Mari kita ubah, yuk gizi seimbang," tutur dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Kohar Hari Santoso menambahkan, antisipasi anemia dengan memberikan tablet penambah darah. 

"Sesuai dengan arahan Bu Gubernur, Kami akan sosialisasikan penanaman Toga secara hidroponik supaya sayuran yang dikonsumsi dapat menambah hemoglobin dan sel darah merahnya juga bagus," pungkasnya. (mid/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...