Rabu, 22 Mei 2019 18:43

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka, Ada Negara yang Berani Bayar Hingga Triliunan

Rabu, 27 Maret 2019 16:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka, Ada Negara yang Berani Bayar Hingga Triliunan
Petugas menunjukkan satwa langka yang masih hidup maupun yang telah diawetkan.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Polda Jatim menggelar rilis ungkap kasus penyelundupan satwa dilindungi tanpa dilengkapi dokumen yang akan diekspor ke berbagai negara Asia di halaman Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (27/3). Kasus ini sebelumnya berhasil dibongkar polisi pada Jumat, 22 Februari 2019 lalu

"Subdit Tipidter yang dipimpin oleh AKBP Rofik telah melakukan penindakan di dua tempat di wilayah hukum di Jawa Timur, yakni di Surabaya. Dari penindakan itu kami temukan berbagai jenis satwa liar, baik dalam kondisi hidup maupun mati, terutama Komodo," ujar Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Ahmad Yusep Gunawan didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Barung Mangera, BKSDA II Jatim Kepala Bidang Wiwid Widodo, kepada awak media, Rabu (27/3)

Satwa-satwa liar itu disita dari rumah tersangka RSL, setelah petugas berhasil menangkap VS (32), AN (32) dan AW (35). Ketiganya diduga sebagai perantara perdagangan satwa liar jenis Komodo yang diperoleh dari seseorang berinisial ED yang tinggal di Flores. ED sendiri seorang residivis kasus serupa, yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

"Penjualan satwa komodo tersangka Mohammad Rizalla Satria terungkap saat dia lagi akan menjual satwa komodo yang dipesan seseorang yang bernama Mr. Chin dan Mr Wang Dei asal Vietnam," terang Yusep.

Dalam kesempatan itu, Yusep jgua mengungkap penjualan satwa liar dengan tersangka lain, yakni Andika Wibisono alias Amir alias Thalia Juliar. Dalam kasus ini, Andika menjual 10 ekor komodo kepada RD di Jakarta, IRF di Bandung, dan RB di Surabaya beserta beberapa orang lainnya yang telah ditetapkan DPO.

Belakangan, mereka dikenal sebagai anggota jaringan penyelundupan satwa liar internasional setelah petugas kepolisian menemukan dokumen paspor dari tangan salah satu tersangka.

"Itu bukti bahwa yang bersangkutan terhubung dengan jaringan internasional," lanjutnya.

Sebelum dijual ke luar negeri, Komodo selundupan tersebut dibawa dari habitat asalnya menuju Surabaya melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan jenis truk.

Berdasarkan penyelidikan, para tersangka menekuni bisnis jual beli Komodo sejak tahun 2016 lalu. Dan hingga saat ini, sudah ada 41 ekor Komodo yang dijual ke luar negeri. Nilai jual hewan jenis purba yang sangat dilindungi keberadaannya tersebut pun cukup fantastis, mencapai hingga Rp 500 juta per ekornya.

Selain menemukan hewan Komodo, pihak Polda Jatim juga mendapatkan sejumlah satwa liar, di antaranya Binturong, Kakaktua, Nuri, Kasuari, Perkuci dan bagian tubuh hewan yang telah diawetkan.

Sementara di sisi lain AKBP Rofiq selaku Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Jatim mengatakan bahwa dalam kasus ini tidak hanya penyelundupan saja, melainkan termasuk pencurian biota dan potensi kekayaan negara

"Ini sekarang menjadi perhataian pemerintah, bahwa banyak biota-biota yang belum dilindungi oleh negara, tapi posisi ketika diekspor dan diambil eksploitasi secara-besar besaran tidak menggunakan perizinan yang ditentukan, maka itu perbuatan pindana," terang AKBP Rofiq

Menurut Rofik, para pelaku itu tak hanya menjual satwanya, tapi juga mengolahnya sebagai obat. "Beberapa satwa di sana diolah sebagai bahan baku untuk membuat obat-obatan," lanjutnya

"Ada salah satu negara yang berani membayar mahal atas satwa tersebut. Satu item saja satwa di republik ini untuk diambil sampel darah dan dijadikan obat untuk mengobati virus ebola, itu barani membayar Rp 1.2 triliun oleh sebuah negara," pungkasnya.

Adapun para tersangka terancam dengan hukuman lima tahun penjara karena melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (ana/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...