Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA foto bersama para pengurus Pergunu Provinsi Riau. foto: istimewa/ bangsaonline.com
RIAU, BANGSAONLINE.com - Pelantikan Pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Riau berlangsung istimewa. Selain dilantik langsung oleh Ketua Umum Pergunu Pusat Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA juga disaksikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof H Mohammad Nasir, Ak, Ph.D.
Pelantikan Pergunu Riau itu berlangsung di Pondok Pesantren Al-Mujtahadah, Pekanbaru, Riau, Ahad (10/3/2019). Selain melantik Pergunu, Kiai Asep juga mendeklarasikan Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) Provinsi Riau.
BACA JUGA:
- PW JKSN Gorontalo Dilantik, Bertekad Mandiri dan Profesional
- Kiai Asep Berharap Indonesia Keluar dari BoP, Ketua PWNU Jabar: Kiai Asep Dibutuhkan NU
- Lagi, 4.000 Warga NU Doakan Iran, Kiai Asep: Tak Boleh Ada Penjajahan di Dunia
- Rakernas Pergunu dan JKSN 2026 Ditutup di Mojokerto, Tegaskan Komitmen Wujudkan Indonesia Maju
Dalam orasinya, Kiai Asep bercerita tentang perjuangannya dalam mewujudkan cita-cita membangun pondok pesantren Amanatul Ummah yang kini memiliki 11 ribu santri. Padahal awalnya santrinya cuma 48 orang. Menurut Kiai Asep, untuk mencapai cita-cita besar itu dirinya bermujahadah lewat salat hajat atau salat malam 12 rakaat dengan enam kali salam.
Ia menegaskan bahwa salat malam ini sangat istijabah. Sedemikian istijabahnya sampai Imam Al-Ghazali berpesan, “Jangan ajarkan doa ini kepada sembarang orang, karena saking istijabahnya, doa ini bisa dikabulkan walau untuk berbuat dosa. Kalau sudah begitu maka kita akan kena getahnya,” kata Kiai Asep.
Karena itu Kiai Asep mengijazahkan doa dan salat malam ini hanya kepada mereka yang hadir pada acara itu saja dan jangan diajarkan kepada orang lain. “Hanya boleh diajarkan kepada putra-putri bapak dan ibu aja,” pesan Kiai Asep.
Usai mengijazahkan doa dan salat malam, Kiai Asep memberikan orasi politik. Dengan disaksikan Menristekdikti M Nasir, Kiai Asep minta masyarakat Riau memenangkan calon presiden Jokowi dan calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin. “Riau harus menang mutlak,” pintanya.
Ia mengungkap beberapa hasil kerja Jokowi, yang menurut dia, belum pernah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya. Di antaranya merebut saham Freeport 51,2 persen. Juga blok Rokan dan Mahakam.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




