Sekjen PP Pergunu Dr Aris Adi Leksono melantik Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Banten di Aula Pendopo Gubernur Banten, Rabu (24/9/2025). Foto: bangsaonline
BANTEN, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA mengaku heran terhdap sikap para ulama yang diam dan tak bersuara terhadap kasus maksiat besar judi online (Judol) dan pinjaman online (Pinjol) yang sekarang marak di Indonesia. Padahal Judol dan Pinjol itu bukan hanya merusak moral masyarakat tapi juga telah menelan banyak korban, terutama di kalangan rakyat kecil.
“Korban Judol dan Pinjol itu rakyat kecil. Banyak yang bunuh diri karena terjerat judol dan pinjol. Tapi kenapa para ulama tidak peka dan tidak bersuara. Judul dan Pinjol itu bentuk lain penjajahan baru yang terjadi di Indonesia karena menghisap darah rakyat,” tegas Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dalam Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Banten dan launching buku Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia karya M. Mas'ud Adnan di Pendopo Gubernur Bantren, Rabu (24/9/2025).
BACA JUGA:
- Siap Tanggung Konsumsi Muktamirin, Kiai Asep Persilakan Amanatul Ummah Ditempati Muktamar ke-35 NU
- Jarang Orang Kaya Dermawan, Ketua PWNU DKI Jakarta: Jadilah Orang seperti Kiai Asep
- Dahlan Iskan Pernah Tak Naik Kelas karena Sibuk Manggung Ikut Orkes
- Keren! Bahas Financial Freedom, Dahlan Iskan Tampil Energik di Depan Santri MBI Amanatul Ummah
Dalam acara itu hadir Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Serang Ratu Rochmatuzakiyah serta para ulama dan tokoh masyarakat Banten.

M. Mas'ud Adnan menyerahkan buku secara simbolik kepada para tokoh Banten, termasuk kepada Bupati Banten Ratu Rochmatuzakiyah di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (24/9/2025). Foto: bangsaonline
Kiai Asep Saifuddin Chalim kembali mengulang pernyataannya itu dalam acara Dialog Interaktif dan Rembug Pendidikan yang digelar PW Pergunu DKI Jakarta dan Pelantikan PW JKSN DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/9/2025). Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Menurut Kiai Asep, dulu penjajah menjarah dan menguasai tanah air.
“Sekarang penjajah itu bukan hanya pihak asing tapi juga berkulit coklat dan berkulit putih. Penjajah itu tidak hanya menguasai tanah air tapi juga menghisap darah rakyat miskin, lewat judol, pinjol, dan penguasaan tambang-tambang ilegal,” tegas putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim tersebut.
Karena itu Kiai Asep mengajak para ulama, kiai dan semua elemen bangsa untuk bersatu dan menyusun barisan untuk mencari solusi memberantas judi online dan pinjol. Salah satu caranya, menurut Kiai Asep, mengedukasi masyarakat agar tidak terjerat judi online dan pinjaman online.
“Bahwa judol dan pinjol itu haram hukumnya,” tegas pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) itu minta jajaran Pergunu dari pusat hingga daerah menyosialisasikan bahwa bandar-bandara judol, pinjol dan para eksploitator tambang illegal itu adalah penjajah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




