DARI KIRI: Dr Ahmad Hidayatullah, Prof Dr Junaidi, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag, dan Abdul Mujib. Foto: MMA/bangsaonline
MALANG, BANGSAONLINE.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menegaskan bahwa Pergunu sempat tidur panjang alias vakum tanpa kegiatan selama puluhan tahun.
“Tapi belum pernah membubarkan diri,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dalam pelantikan Pergunu Kota Malang di auditorium Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, Ahad (16/11/2025).
BACA JUGA:
- 37 Tahun, JADE Indopratama Malang Masuk Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026
- Dahlan Iskan Pernah Tak Naik Kelas karena Sibuk Manggung Ikut Orkes
- Keren! Bahas Financial Freedom, Dahlan Iskan Tampil Energik di Depan Santri MBI Amanatul Ummah
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
Kiai Asep menyampaikan itu mengomentari lagu mars Pergunu yang dinyanyikan saat pembukaan acara pelantikan dan seminar yang digelar Pergunu Kota Malang.
“Tadi dalam lagu mars Pergunu disebutkan, bangkitlah dari tidurmu yang panjang,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu .
Dalam lagu mars Pergunu yang diciptakan H. A. Fathillah & Zainal Abidin MB ada bait:
Wahai Para Guru Bintang Sembilan
Bangkitlah dari Tidurmu yang Panjang
Bersatulah di Pergunu untuk Berjuang
Mengajar dengan Ikhlas dan Lapang
Menurut Kiai Asep, Pergunu didirikan pada tahun 1952.
“Namun embrionya sudah lahir sejak 1938. Saat itu bernama Perguruan Nahdlatul Ulama,” tutur Kiai Asep.
Tapi ketika pemerintahan Orde Baru lahir pada 1966, Pergunu tak bisa bergerak.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




