Senin, 19 Agustus 2019 18:05

SMPN 1 Domas Menganti Ambruk

Rabu, 13 Maret 2019 11:25 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
SMPN 1 Domas Menganti Ambruk
Seorang guru memandangi kondisi bangunan SMPN 1 Domas Menganti setelah ambruk. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sekolah ambruk karena ditengarai bangunan sudah lapuk dimakan usia kembali terjadi di Kabupaten Gresik. Rabu (13/3), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Domas di Kecamatan Menganti ambruk.

Peristiwa ini menambah daftar panjang sekolah ambruk di Kabupaten Gresik. Sebelumnya, SMPN 2 Kebomas, SMPN 1 Bungah, SDN Sudomoro dan sejumlah sekolah lain lebih dulu mengalami hal serupa.

Adi Widodo (50), Wakil Ketua (Waka) Urusan Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMPN 1 Domas kepada wartawan menyatakan, ada 3 kelas yang ambruk. Yaitu, ruang kelas 7B, 7C, dan 7D. Tiga ruangan itu selama ini kondisinya memang memprihatinkan dan tak layak untuk digunakan proses belajar mengajar.

"Alhamdulillah, saat kejadian tak ada korban. Semua siswa telah kita pindahkan," katanya.

Ambruknya tiga ruang kelas, lanjut Adi Widodo, telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik. "Kondisi sejumlah ruang kelas di SMPN 1 Domas yang tak layak pakai sudah berkali-kali dilaporkan ke Dispendik agar dilakukan perbaikan. Namun, hingga sekarang belum terwujud," ungkapnya.

"Pada 2018, pihak Dispendik pernah menjanjikan anggaran untuk perbaikan cair, namun gagal lelang. Dan, tahun 2019 ini Dispendik kembali berjanji akan memperbaikinya," paparnya.

Sementara ini, Adi Widodo menambahkan, siswa yang ruang kelasnya ambruk diungsikan di ruang Aula dan ruang Laboratorium Fisika. Ia mengatakan jumlah siswa di SMPN 1 Domas cukup banyak, yakni 940 siswa. "Dari 940 siswa kami bagi menjadi 29 kelas," pungkasnya.

Terkait kejadian ini, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda melontarkan kritik keras kepada Pemkab. Menurutnya, hingga tahun 2018 tercatat masih ada ribuan ruang dan gedung sekolah di Kabupaten Gresik yang kondisinya memprihatinkan.

"Ada sebanyak 390 gedung sekolah rusak parah (berat), 530 rusak sedang, 1.010 rusak ringan. Ribuan ruang kelas dan gedung sekolah yang rusak baru sekian persen tersentuh perbaikan oleh Dinas Pendidikan," katanya. (hud/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...