Om Tolilet, Mengamen untuk Menghibur Hati yang Terluka Akibat Perlakuan Sang Istri Matre

Om Tolilet, Mengamen untuk Menghibur Hati yang Terluka Akibat Perlakuan Sang Istri Matre Aji Pramono, pengamen asal Solo saat bertandang ke sebuah kafetaria di Pacitan. foto: YUNIARDI S/ BANGSAONLINE

Tak hanya itu, campur tangan mertua juga semakin membuat bahtera rumah tangganya kian terguncang. "Mereka sama seperti istriku. Yang diutamakan materi dan materi," sambung Aji seakan menahan beban sangat dalam.

Berangkat dari sekilas cerita itulah, Aji akhirnya tak kuat lagi menjalani kehidupan berumah tangga bersama istrinya yang matre itu. Ia pun akhirnya memilih pergi, merantau ke untuk sejenak melupakan masa lalunya itu. Meski begitu, Aji tak lantas lupa dengan tanggung jawab sebagai seorang suami. 

Sedikit demi sedikit dari hasilnya mengamen ia kumpulkan. Sebagian untuk biaya hidup dan selebihnya dikirim ke istrinya di Solo. Apalagi dari hasil perkawinannya dengan Sri Wahyuni telah lahir seorang anak bernama Aliansyah Saputra yang wajib ia nafkahi.

"Saya di sini hanya ndompleng di rumah orang yang beralamatkan di Desa Arjowinangun, untuk sekadar mandi. Kalau tidur, saya selalu mbambung. Kadang di emperan toko ataupun teras rumah orang," tutur Aji.

Dari serangkaian cerita itu, diharapkan bisa menjadi sebuah inspirasi bagi masyarakat agar selalu mengedepankan syukur. Sebab rezeki itu sudah ada yang mengatur. (yun/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO