Minggu, 21 Juli 2019 14:22

Siswa Pelaku Bully Disanksi Pembinaan, Kepala SMP PGRI Wringinanom: Guru Harus Lebih Sabar

Senin, 11 Februari 2019 11:24 WIB
Editor: Abdurrahmn Ubaidah
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Siswa Pelaku Bully Disanksi Pembinaan, Kepala SMP PGRI Wringinanom: Guru Harus Lebih Sabar
Komisi IV DPRD Gresik saat melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah SMP PGRI Wringinanom. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK,BANGSAONLINE.com - Komisi IV DPRD Gresik mendatangi SMP PGRI Wringinanom, di Jalan Raya Wringinanom Kecamatan Wringinanom, untuk menindaklanjuti kasus yang tengah viral, Senin (11/2). Kedatangan rombongan yang dipimpin Ketua Komisi IV Khoirul Huda ditemui langsung oleh Kepala SMP PGRI Wringinanom Rusdi di ruang kerjanya.

Mereka melakukan dialog terkait kasus siswa atas nama Arigo Aris yang menantang gurunya Nur Kalim usai ditegur lantaran merokok dalam kelas saat proses belajar mengajar pada 2 Februari 2019.

"Selain ingin klarifikasi, kami juga ingin menyosialisasikan kepada sekolah kalau Komisi IV tengah membuat rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan," ujarnya.

Menurut Huda, peristiwa ini akan dijadikan Komisi IV sebagai evaluasi dalam membahas Raperda. "Apa yang salah dengan sistem pendidikan kita. Sistem atau apanya yang salah," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Huda juga mempertanyakan sikap sekolah pasca kasus tersebut mencuat. "Apa sanksi sudah diberikan?," tanyanya.

"Apa sudah ada tatib dan MoU yang dibuat sekolah? Sehingga, kalau ada anak yang melanggar sanksinya jelas," timpal Reban, Anggota Komisi IV lainnya.

Sementara Noto Utomo, anggota Komisi IV lainnya, meminta agar ada sanksi tegas bagi Arigo Aris yang mem-bully gurunya meski sudah ada akad perdamaian. "Harus ada hukuman, biar tak ditiru siswa lain. Hukuman ini untuk memberikan efek jera kepada anak," tegasbta.

"Pokoknya harus diberikan sanksi," pungkasnya.

(VIDEO: DETIK-DETIK SISWA SMP PGRI WRINGINANOM GRESIK CEKIK GURUNYA)

Menanggapi hal ini, Rusdi berjanji akan menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran. Ia juga menyatakan telah memberikan sanksi kepada Arigo Aris berupa pembinaan.

Sedangkan soal tatib, Rusdi menyatakan sudah ada. Namun, untuk MoU ia mengakui belum ada. Ia hanya menjelaskan, pasca kejadian ini, siswa tak diperbolehkan membwa Hp ke sekolah.

Ia justru meminta kepada guru-guru di SMP PGRI Wringinanom lebih bersabar menghadapi anak-anak didiknya, seperti yang dilakukan Nur Kalim, meski di-bully oleh siswanya sendiri. "Kami minta guru mengalah dalam segala hal," terangnya. "Saya berharap tindakan Pak Kalim ini bisa dicontoh guru lain," lanjutnya.

Namun demikian, Rusdi berjanji akan memperhatikan masukan dari Komisi IV. "Semua masukan komisi kami perhatikan," pungkasnya. (hud/dur)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...