Bupati Gresik bersama wakilnya dalam salah satu agenda pemerintah. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik pada tahun ini dan tahun depan merevitalisasi 197 sekolah dengan sistem swakelola. Program ini merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sekaligus bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan bantuan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan melalui rehabilitasi, pembangunan, serta penyediaan fasilitas belajar. Sekretaris Dispendik Gresik, Herawan Kusuma, menyebut revitalisasi 179 sekolah sudah berjalan sejak Juli 2025.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
"Itu yang direvitalisasi ada yang satu sekolah secara total, ada juga yang hanya satu atau dua ruang kelas yang rusak di satu sekolah," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Senin (1/12/2025).
Ia menjelaskan, anggaran revitalisasi per titik sekolah berkisar Rp400 juta-8 miliar.
"Kebanyakan yang dilakukan revitalisasi di Pulau Bawean akibat gempa bumi baru-baru ini. Ada satu titik sekolah direvitalisasi total karena semua ruang kelas rusak, sekitar 23 ruang kelas, makanya anggarannya besar hingga ada yang mencapai Rp8 miliar," paparnya.
Herawan menambahkan, sekolah penerima bantuan telah melalui survei dan verifikasi kementerian terkait.
"Termasuk saat pelaksanaan dengan swakelola, pengawasannya juga ada dari Kementerian, Dinas Pendidikan dan Komite Sekolah," tuturnya.






