Wabup Gresik Asluchul Alif didampingi Sekda Achmad Washil MR dan Kadispendik S. Hariyanto saat menjelaskan kerusakan sekolah. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 760 ruang kelas sekolah dasar negeri (SDN) dan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Gresik rusak sedang hingga berat hingga tahun 2025 ini.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, usai memberikan pengarahan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Gresik, Senin (24/2/2025).
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
Alif mengatakan bahwa Pemkab Gresik memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah yang rusak dengan melakukan perbaikan secara bertahap, karena anggaran yang terbatas.
"Kerusakan sebanyak 760 ruang sekolah negeri se-Kabupaten Gresik akan kami lakukan perbaikan secara bertahap menyesuaikan kekuatan fiskal," katanya.
Menurutnya, pada APBD 2025, Dispendik mendapatkan alokasi anggaran Rp12 miliar untuk perbaikan sekolah negeri yang rusak. Anggaran itu tak cukup untuk memperbaiki 760 ruang kelas yang rusak sekaligus.
Karena itu, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kondisi ruang kelas yang rusak berat dan banyak siswanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




